Prancis Membara, Toko-toko Mewah Dijarah Massa:  dari Apple, Hermes, hingga Louis Vuitton

Prancis Membara, Toko-toko Mewah Dijarah Massa: dari Apple, Hermes, hingga Louis Vuitton

Global | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 07:08
share

Massa demonstran di Prancis turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya hidup sejak akhir pekan lalu. Namun, aksi tersebut dengan cepat berubah menjadi kerusuhan. Para perusuh menargetkan toko-toko barang mewah dan supermarket di sejumlah kota.

Menurut surat kabar Prancis, Le Parisien, kelompok besar orang bertopeng memecahkan kaca toko dan menjarah barang-barang di sejumlah kota, seperti Paris, Marseille, Bordeaux, dan Lille.

Baca Juga: Demo Anarkis Prancis: Toko-toko Dijarah, Balai Kota Limoges Hancur

Laporan itu menyebutkan bahwa gerai Apple dan toko Louis Vuitton menjadi sasaran penjarahan di Bordeaux, sementara gerai Apple lainnya dijarah di Lille. Menurut media berita Prancis, Maritima, butik Hermes di Marseille juga dirusak dan dijarah massa.

Foto dan video yang dibagikan di media sosial memperlihatkan para pengunjuk rasa bertopeng menerobos masuk ke toko-toko barang mewah dan melarikan diri sambil membawa barang-barang mahal.

Selain toko-toko barang mewah, banyak supermarket, gerai pakaian, dan apotek juga menjadi sasaran. Fasilitas publik dirusak, sementara kelompok-kelompok yang bertindak brutal menyerang bangunan bersejarah milik pemerintah kota, termasuk balai kota di Lyon dan Marseille serta sebuah bangunan ikonik di Limoges.Puluhan kendaraan dibakar dan sejumlah kantor pemerintah dirusak.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan sekitar 550.000 orang telah berpartisipasi dalam demonstrasi di seluruh negeri.

Menurut laporan kantor berita Reuters, Senin (19/10/2026), sekitar 1.200 orang telah ditangkap. Sementara itu, serikat pekerja CGT mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya memperkirakan jumlah demonstran mencapai 800.000 orang. CGT adalah singkatan dari Confédération Générale du Travail, Salah satu organisasi serikat pekerja utama di Prancis.

Serikat polisi UNSA mengunggah sebuah video di platform X yang memperlihatkan massa menyerang mobil van polisi menggunakan tongkat dan batu bata di sejumlah lokasi. UNSA adalah singkatan dari Union Nationale des Syndicats Autonomes (Persatuan Nasional Serikat Pekerja Otonom), di mana polisi UNSA adalah salah satu afiliasinya.

"Hari ini, sekali lagi, di setiap sudut Prancis, rekan-rekan kami dijadikan sasaran amukan massa. Mereka dilempari batu, mengalami luka-luka, dan terjebak dalam penyergapan yang nyata," kata serikat tersebut."Semua pihak harus bertanggung jawab. Situasi ini tidak bisa terus berlangsung tanpa batas. Ketegangan sudah mencapai titik maksimal," lanjut pernyataan itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan menghukum orang-orang yang melakukan serangan tersebut.

"Kita semua akan bersatu melawan para penyebar kekacauan, yang hanya ingin melemahkan institusi-institusi kita dan menghalangi mereka yang menyampaikan tuntutannya secara damai," tulis Macron dalam unggahan di platform X.

Topik Menarik