Video Pidato Abbas untuk PBB: Kebijakan Israel Kini Ancam Kehidupan dan Eksistensi Rakyat Palestina
Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas mengatakan dalam video untuk Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa kebijakan Israel kini tidak lagi sekadar mengancam solusi dua negara, tetapi juga telah mengancam “kehidupan dan eksistensi” rakyat Palestina.
Abbas juga mengecam keputusan Amerika Serikat yang menolak memberikan visa kepadanya untuk menghadiri sidang tahunan tingkat tinggi Majelis Umum PBB. Dia menyebut keputusan Amerika tersebut sebagai tindakan “punitif”. Sebagai gantinya, Abbas merekam pidatonya terlebih dahulu dan video tersebut diputar dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis waktu New York.
Baca Juga: 77 Negara Walk Out Massal saat Netanyahu Pidato di PBB, Salah Satunya Indonesia
Saat Banyak Negara NATO Tak Mau Berkonflik dengan Rusia, Kenapa Inggris Tetap Bantu Ukraina?
“Bahaya yang ada kini tidak lagi terbatas pada upaya merusak solusi dua negara dan menghalangi terwujudnya negara Palestina. Kini, bahaya tersebut telah mengancam kehidupan dan eksistensi rakyat Palestina di tanah air mereka sendiri,” kata Abbas.
“Apa yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari skema kolonial yang jahat, yang bertujuan membuat kehidupan warga Palestina semakin sulit di tanah air mereka dan memaksa mereka meninggalkan wilayah tersebut," paparnya.Abbas mengatakan perluasan pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki bertujuan memisahkan Tepi Barat bagian utara dari wilayah selatannya, mengisolasi Yerusalem Timur dari lingkungan Palestina di sekitarnya. "Serta mencegah terwujudnya negara Palestina yang memiliki kesinambungan wilayah secara geografis," ujarnya.“Hal ini membutuhkan intervensi yang segera dan bertanggung jawab dari Dewan Keamanan PBB,” imbuh Abbas.
Pada Kamis, Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) memperingatkan bahwa Gaza saat ini mengalami krisis ekonomi terburuk yang pernah tercatat.
Di Tepi Barat, kekerasan yang dilakukan kelompok pemukim ekstremis Israel juga meningkat. Kondisi tersebut mendorong Inggris, Prancis, dan Kanada menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap sejumlah pemukim Israel.
Dengan 160 negara kini mengakui Negara Palestina, Abbas kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melakukan intervensi secara segera dan bertanggung jawab.
“Hari ini kami mengatakan kepada dunia: menyelamatkan solusi [dua negara] dimulai dengan menjaga tanah tempat negara Palestina akan didirikan dan melindungi rakyat yang hidup di atasnya,” kata Abbas.Abbas mengatakan rakyat Palestina tengah menuju pemilihan legislatif pada 28 November, yang kemudian akan dilanjutkan dengan penyelesaian proses pembaruan institusi Dewan Nasional Palestina, dan setelah itu pemilihan presiden Palestina.
Dalam surat yang dikirim pada Juni 2025 kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Abbas berjanji akan menyelenggarakan pemilihan legislatif dan presiden berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.
Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak agar pemilu tersebut tetap digelar. Desakan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat internasional bahwa pemilu dapat kembali ditunda akibat berbagai kendala logistik.
Israel Ketakutan dengan Rudal Hipersonik Baru Turki yang Dianggap Ancaman Strategis Zionis
Kendala tersebut antara lain berkaitan dengan pengiriman materi pemilu ke Jalur Gaza, serta upaya mendapatkan visa dari Israel bagi para pemantau internasional untuk memasuki Tepi Barat, sebagaimana diminta oleh Uni Eropa.








