Israel Ketakutan dengan Rudal Hipersonik Baru Turki yang Dianggap Ancaman Strategis Zionis
Media Turki melaporkan Ankara memiliki rudal balistik baru, Tayfun Block-4, dengan perkiraan jangkauan sekitar 1.500 kilometer. Rudal itu menempatkan seluruh wilayah Israel dalam jangkauan langsungnya.
Rudal yang dikembangkan perusahaan pertahanan milik negara, Roketsan, ini merupakan versi yang lebih berat dengan bobot 7,2 ton dan panjang sekitar 10 meter, menjadikannya lebih besar dibandingkan versi-versi sebelumnya.
Rudal ini mampu bermanuver pada tahap akhir penerbangan—sehingga menyulitkan sistem pertahanan udara untuk mencegatnya—dan memiliki tingkat akurasi dengan margin kesalahan kurang dari lima meter.
Perkiraan menunjukkan kecepatannya melampaui Mach 5,5. Ini perkembangan signifikan yang akan memberikan Turki kemampuan serangan strategis yang sepenuhnya mandiri tanpa memerlukan persetujuan dari AS atau Eropa.
Meskipun jangkauan teoretis rudal tersebut mencakup wilayah Israel, para pakar militer Israel saat ini cenderung menganggap ancaman tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan. Mereka merujuk pada sistem pertahanan udara berlapis milik Israel—termasuk Arrow 2, Arrow 3, dan David’s Sling—yang dirancang untuk menangkal rudal balistik canggih seperti yang dikembangkan oleh Iran.
Para pakar juga mencatat Turki merupakan anggota NATO dan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), serta rudal tersebut membawa hulu ledak konvensional, bukan nuklir, sehingga membatasi dampak destruktifnya.
Selain itu, para analis memandang pernyataan Ankara mengenai kemampuan rudal tersebut untuk menjangkau Israel sebagai bagian dari upaya pencegahan politik dan perang psikologis, terutama di tengah memburuknya hubungan antara kedua negara.
Kendati demikian, mereka menilai kemungkinan terjadinya konfrontasi militer langsung antara Turki—sebagai anggota NATO—dan Israel tetaplah kecil.
Baca juga: Rusia Luncurkan Senjata Laser Portabel yang Bisa Dibawa Personel






