Tunduk pada Sanksi AS, UEA Larang Maskapai Iran Terbang

Tunduk pada Sanksi AS, UEA Larang Maskapai Iran Terbang

Global | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 12:53
share

Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan penerbangan yang dioperasikan maskapai-maskapai Iran. Langkah ini menjadikan UEA sebagai salah satu dari sejumlah negara yang menerapkan pembatasan terkait sanksi Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk menekan sektor penerbangan Teheran.

"Otoritas Penerbangan Sipil Umum mengumumkan penghentian seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai Iran menuju dan dari UEA," kata Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) Emirat dalam sebuah pernyataan pada Kamis, sebagaimana dikutip kantor berita WAM, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Menkeu AS: Besok, Seluruh Maskapai Penerbangan Iran Berhenti Beroperasi di Seluruh Dunia

Menurut pernyataan tersebut, "Keputusan ini diambil berdasarkan sanksi AS yang diberlakukan terhadap maskapai-maskapai Iran, yang melarang mereka menggunakan bandara di seluruh dunia.”

UEA bergabung dengan Oman, Irak, Azerbaijan, Georgia, dan Turkmenistan yang membatasi atau menangguhkan akses bagi maskapai Iran di tengah ancaman sanksi baru dari AS.

Dubai, pusat perdagangan UEA, merupakan salah satu tujuan utama maskapai Iran. Kota tersebut memiliki beberapa penerbangan setiap hari dari Iran, komunitas warga Iran yang besar, serta hubungan bisnis yang erat dengan Teheran.Menurut laporan kantor berita AFP, penerbangan Iran Airtour dari Teheran menuju Dubai dibatalkan sesaat sebelum jadwal keberangkatan pada Kamis pagi, meski tiket untuk penerbangan tersebut telah diterbitkan.

UEA, yang berulang kali menjadi sasaran rudal dan drone Iran selama perang AS-Israel melawan Iran, bulan lalu juga menangguhkan aktivitas perdagangan dan pertukaran keuangan dengan Iran.

Pada hari Rabu, bank sentral UEA memblokir transaksi yang melibatkan Bank Melli Iran. Otoritas UEA menuduh lembaga keuangan tersebut melanggar aturan terkait pencucian uang, terorisme, dan proliferasi senjata.

Departemen Keuangan AS pada awal bulan ini mengumumkan sanksi besar-besaran terhadap sektor penerbangan Iran. Sanksi tersebut menargetkan 27 maskapai serta puluhan perusahaan yang mendukung operasional mereka.

Langkah itu bertujuan memutus akses udara Iran secara menyeluruh. AS memperingatkan bahwa bandara atau perusahaan mana pun yang masih melayani maskapai Iran berisiko kehilangan akses ke sistem keuangan berbasis dolar AS.Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, mengatakan: “Pembicaraan diplomatik dan penerbangan sedang berlangsung untuk mencabut pembatasan dan memulihkan penerbangan menuju UEA."

Akhavan juga mengatakan Turkmenistan pada Kamis memerintahkan sebuah penerbangan dari Teheran menuju Dushanbe untuk kembali.

“Penolakan Turkmenistan untuk mengizinkan pesawat Iran melintasi wilayah udaranya membuat penerbangan tersebut tidak dapat melanjutkan rute dan terpaksa kembali,” kata Akhavan kepada kantor berita Iran, IRNA.

Sejumlah maskapai Iran yang lebih kecil masih terus terbang ke China dan Armenia, yang keduanya menolak tekanan AS. Sementara itu, sejumlah rute menuju Turki masih tetap terbuka bagi beberapa maskapai Iran.

Topik Menarik