Abbas di PBB: Jangan Biarkan Rumah Warga Palestina Dibakar saat Penghuninya Sedang Tidur

Abbas di PBB: Jangan Biarkan Rumah Warga Palestina Dibakar saat Penghuninya Sedang Tidur

Global | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 21:31
share

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Majelis Umum PBB pada hari Kamis (14/9/2026) bahwa rakyat Palestina tidak akan meninggalkan tanah air mereka atau menerima pengusiran paksa. Dia menegaskan kembali dukungannya terhadap perdamaian melalui perundingan yang didasarkan pada solusi dua negara.

Dalam pidato yang direkam untuk sesi ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Abbas menyatakan rakyat Palestina tidak akan membiarkan pihak lain menentukan masa depan politik mereka dan menyerukan tindakan internasional untuk melindungi komunitas Palestina.

"Kami tidak akan tinggal diam menunggu, ataupun menerima apa yang diputuskan bagi kami oleh pemerintah negara pendudukan Israel," ujar Abbas, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Dia menegaskan, "Tidak ada keamanan abadi yang dapat dibangun di atas pendudukan terhadap bangsa lain dan pengabaian hak-hak sah mereka."

Abbas mengatakan program politik kepemimpinan Palestina didasarkan pada upaya mencegah pengusiran, menjaga keutuhan wilayah Palestina, memperbarui institusi-institusi Palestina melalui cara-cara demokratis, serta menjalankan hak untuk menentukan nasib sendiri.Ia menegaskan kembali seruannya untuk mewujudkan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, yang berdampingan dengan Israel, serta penyelesaian masalah pengungsi Palestina berdasarkan resolusi-resolusi PBB, termasuk Resolusi Majelis Umum Nomor 194.

Abbas menyatakan rakyat Palestina tidak menginginkan proses diplomatik lain yang hanya berfokus pada pengelolaan konflik tanpa batas waktu, sementara kondisi di lapangan terus berubah.

"Kami menginginkan proses yang mengakhiri pendudukan serta menjamin kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina, sekaligus menjamin keamanan dan perdamaian bagi rakyat Israel dan negara-negara di kawasan ini," ujarnya.

Ia menggambarkan visi Palestina sebagai kondisi di mana rakyat Palestina tetap tinggal di tanah mereka dan menentukan masa depan mereka sendiri, dengan keberadaan negara Palestina yang berdampingan dengan Israel.

Kesepakatan semacam itu, menurutnya, dapat menjadi landasan bagi kerja sama regional yang lebih luas, pembangunan ekonomi, dan keamanan.Abbas juga memperingatkan rakyat Palestina sedang menghadapi masa yang ia sebut sebagai salah satu periode paling menentukan dalam sejarah mereka.

Ia berpendapat perkembangan saat ini tidak hanya mengancam prospek solusi dua negara, tetapi juga mengancam komunitas Palestina itu sendiri.

Seruan ini disampaikan di tengah terus berlanjutnya perluasan permukiman Israel dan kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat yang diduduki, serta dampak dari perang di Gaza.

Baca juga: 77 Delegasi Walk Out Sidang PBB sebelum Pidato Netanyahu, Picu Reaksi Luas

Topik Menarik