Langka, Grand Mufti Minta Tentara Arab Saudi Siap Korbankan Nyawa untuk Melawan Houthi

Langka, Grand Mufti Minta Tentara Arab Saudi Siap Korbankan Nyawa untuk Melawan Houthi

Global | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 10:18
share

Otoritas keagamaan tertinggi Kerajaan Arab Saudi menyerukan kepada para tentara kerajaan itu untuk siap mengorbankan nyawa mereka demi melawan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran hingga kelompok tersebut digulingkan dari kekuasaan.

Pesan langka dan bernada tegas itu disampaikan Mufti Grand Mufti atau Mufti Agung Arab Saudi, Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan. Pesan ini ditujukan kepada para tentara yang ditempatkan di perbatasan negara dan banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an serta sabda Nabi Muhammad SAW mengenai pengorbanan dan perjuangan demi membela Allah.

Baca Juga: 6 Rudal Balistik Houthi Serang Arab Saudi tapi Ditembak Jatuh

Seruan ini muncul setelah berminggu-minggu meningkatnya kekerasan antara Arab Saudi dan Houthi, di mana kelompok yang didukung Iran tersebut menyerang kerajaan dengan rentetan rudal dan drone. Sedangkan Arab Saudi membalas dengan serangan udara.

Para pengamat mempertanyakan apakah Arab Saudi akan meluncurkan operasi militer yang lebih luas bersama pasukan pemerintah Yaman yang didukungnya.

"Melindungi bangsa yang besar ini...dan menghukum siapa pun yang mencoba menyentuh walau hanya sejengkal wilayahnya merupakan salah satu kewajiban terbesar dan tindakan pengabdian yang paling mulia, yang karenanya nyawa dan jiwa boleh dikorbankan demi meraih ridha Allah," demikian bunyi pernyataan Grand Mufti Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan yang dirilis Kamis malam, sebagaimana dikutip Saudi Press Agency (SPA), Jumat (25/9/2026).Pernyataan itu menambahkan bahwa menegakkan otoritas pemerintah Yaman yang diakui secara internasional—yang didukung Arab Saudi—atas seluruh wilayah negara tersebut merupakan "salah satu kewajiban yang paling mendesak."

Pasukan pemerintah Yaman kehilangan kendali atas jalur perairan vital Bab el-Mandeb yang direbut oleh kelompok Houthi dua minggu lalu; sebuah pukulan telak bagi Kerajaan Arab Saudi, yang telah terjebak dalam konflik sejak 2015 setelah meluncurkan operasi yang gagal untuk mengusir Houthi dari ibu kota Yaman, Sanaa.

Pertempuran baru-baru ini merupakan episode terkini dari perang saudara selama 12 tahun di Yaman—yang sebagian besar sempat mereda sejak tahun 2022 namun kini kembali memanas dan terkait dengan konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran.

"Kami memohon kepada Allah Yang Mahakuasa untuk senantiasa melimpahkan dukungan-Nya kepada Anda semua, serta melindungi negara-negara kita dan Yaman yang kita cintai dari segala marabahaya. Kami juga memohon kepada-Nya agar mendatangkan kekalahan telak bagi kelompok Houthi serta pihak-pihak yang membantu dan mendukung mereka," lanjut pernyataan tersebut.

Pesan dari Grand Mufti Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan menambah narasi bernuansa keagamaan yang kian menguat dari pihak berwenang di kerajaan Muslim Sunni yang konservatif tersebut, yang bertujuan mendiskreditkan kelompok Houthi—kelompok yang menganut aliran Muslim Syiah.

Dalam beberapa minggu terakhir, televisi pemerintah kerajaan telah menayangkan rekaman dugaan serangan Houthi terhadap sebuah masjid di wilayah selatan kerajaan, dan pihak berwenang juga menuduh Houthi melancarkan serangan terhadap Makkah, situs paling suci dalam Islam.

"Merupakan kewajiban bagi Anda, wahai saudara-saudara yang bertugas di garis depan, untuk senantiasa siaga dalam menjalankan tugas, mematuhi para pemimpin serta komandan lapangan Anda, dan melaksanakan perintah dengan ketepatan tinggi, sebagaimana Allah Yang Mahakuasa memerintahkan para sahabat Nabi-Nya untuk melakukannya," imbuh pernyataan tersebut. "Anda sedang mengikuti jejak para sahabat Nabi dalam membela situs-situs suci umat Islam."

Topik Menarik