Donasi untuk Bayar Denda Najib Razak Picu Kritik Pedas: 'Pencuri Sekaligus Orang Kaya tapi Disumbang'
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, yang dihukum dalam kasus skandal korupsi SRC International (unit 1MDB), mendapat pengampunan bersyarat yang memungkinkannya menjalani sisa hukuman penjara melalui tahanan rumah. Salah syaratnya, dia harus bayar denda RM50 juta (Rp218,7 miliar).
Partainya Najib, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk membantu membayar denda tersebut. Kampanye ini sekarang memicu kritik dan sindiran pedas dari para warga Malaysia melalui media sosial.
Baca Juga: Protes karena Najib Razak Diampuni, Menteri Transportasi Malaysia Mundur
Seorang pengguna Threads dengan nama akun "huzwhose" mengajak mereka yang tidak bersedia menyumbang untuk Najib memberikan tanda like pada unggahannya. Tujuannya untuk mengetahui berapa banyak orang yang memiliki sikap serupa.
“Bagi yang tidak menyumbang dan tidak akan menyumbang kepada Najib, silakan berikan tanda like pada unggahan ini. Saya ingin melihat berapa banyak orang yang masih punya akal sehat," tulisnya.Unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 31.000 kali.Kolom komentar segera dipenuhi pertanyaan mengenai alasan masyarakat umum harus ikut membayar denda tersebut. Sebagian pengguna mengatakan uang mereka akan lebih baik digunakan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Pengguna akun "Nadira_nnmr_official" mengatakan dirinya lebih memilih menyumbangkan uang ke panti asuhan.
“Daripada menyumbang kepada seorang pencuri, saya lebih memilih menyumbang ke panti asuhan. Setidaknya saya akan mendapatkan pahala dari itu," tulisnya.
Pengguna lainnya menyindir penggalangan dana tersebut dengan menyinggung kekayaan dan gaya hidup yang dikaitkan dengan Najib.
“Dia punya Vellfire, lalu minta sumbangan…haha,” tulis pengguna akun "mattopex".Pengguna akun "Curhat_genz" menulis: “Lupakan orang-orang kaya dan mereka yang hidup mewah. Bahkan ketika ada orang meminta sumbangan di pinggir jalan, kalau mereka tidak penyandang disabilitas, saya juga tidak memberi…hahaha.”
Pengguna lainnya, dengan nama akun "zaimzulkifli", mempertanyakan apakah denda tersebut memang tidak dapat dibayar tanpa sumbangan masyarakat. Dia menyinggung nilai aset dan properti yang dikaitkan dengan Najib.
Dia membandingkan kampanye penggalangan dana oleh UMNO tersebut dengan kondisi masyarakat biasa yang meminta bantuan setelah menghabiskan sumber daya mereka sendiri.
“Biasanya, orang yang meminta sumbangan sudah menjual warisan, meminjam uang dari kerabat dan teman, dan seluruh keluarga bekerja keras untuk meringankan beban. Orang-orang seperti itulah yang pantas mendapatkan bantuan," paparnya, yang dikutip media Malaysia; The Vibes, Senin (21/9/2026).
“Tapi ini berbeda. Apakah orang-orang yang menyumbang tidak pernah berhenti sejenak untuk berpikir berapa nilai rumah di Jalan Langgak Duta itu?”UMNO mengumumkan kampanye penggalangan dana tersebut pada 18 September, setelah Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim memberikan pengampunan bersyarat kepada Najib.
Pengaturan tersebut memungkinkan Najib menjalani sisa hukumannya melalui tahanan rumah hingga 23 Agustus 2028, dengan sejumlah persyaratan, termasuk pembayaran denda RM50 juta.
Sekretaris Jenderal UMNO Asyraf Wajdi Dusuki kemudian mengatakan kampanye tersebut telah mengumpulkan RM165.645 dalam satu jam pertama.









