AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil

AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil

Global | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 20:27
share

Alex Alfirraz Scheers, analis politik independen, menganggap sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran tak akan berhasil. Penilaian itu muncul untuk menanggapi peringatan terbaru Presiden Donald Trump terkait perdagangan dengan Teheran.

Scheers mengatakan upaya terbaru AS untuk memberikan tekanan ekonomi maksimal terhadap Teheran merupakan pengulangan dari langkah yang pernah dicoba—namun gagal—oleh pemerintahan Trump pada periode pertamanya.

Menurutnya, sikap pemerintahan yang sulit diprediksi pada saat itu memang membuat negara-negara lebih waspada terhadap ancaman Trump.

Namun, Scheers menyoroti pada masa jabatan keduanya ini, Trump jelas "tidak kredibel". Hal tersebut telah mengurangi pengaruh AS di mata komunitas internasional, sehingga sanksi sekunder terhadap Iran kemungkinan besar tidak akan efektif.

Analis tersebut mencatat AS telah melakukan serangkaian kesalahan strategis dalam kampanyenya melawan Iran. "Kesalahan mendasar" (atau original sin), ujarnya, adalah kenyataan AS menunjukkan ketidakmampuan dalam memanfaatkan kekuatan militernya maupun menjalankan seni diplomasi negara yang efektif. Hal ini terlihat jelas dari perubahan pendekatan yang terus-menerus dilakukan AS dalam menangani Iran.

“Trump juga memperlakukan sekutu-sekutunya dengan cara serupa, misalnya dengan memojokkan sekutu seperti Denmark dan melontarkan ancaman untuk mencaplok Kanada,” kata Scheers.

"Semua ini mengarah pada kenyataan yang lebih luas bahwa pemerintahan ini sebenarnya tidak paham cara memainkan permainan geostrategis," pungkasnya.

Baca juga: Iran Ejek AS Memohon Bantuan Sekutu usai Kalah

Topik Menarik