Pangeran George Akan Jalani Hari Pertama di Eton College, Ini 3 Keunikan Sekolah Paling Elite di Inggris
Pangeran George melangkah lebih jauh dalam masa pertumbuhannya dengan menjalani hari pertama di Eton College. Ia mengikuti jejak ayahnya, Pangeran Wales, yang juga pernah bersekolah di institusi bersejarah di Berkshire tersebut.
Pangeran berusia 13 tahun ini akan menjadi siswa asrama di sekolah swasta elite tersebut—tempat menimba ilmu bagi 20 perdana menteri Inggris—dengan biaya pendidikan sekitar £65.000 per tahun.
Sebagai anak tertua dari Pangeran William dan Catherine, George berada di urutan kedua dalam garis suksesi takhta.
Sempat muncul spekulasi mengenai sekolah mana yang akan dipilih Pangeran George setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah persiapan swasta Lambrook di Berkshire, dengan sejumlah sekolah swasta lain yang sempat disebut-sebut.
Namun, pilihan tradisional yang diambil; Pangeran George mengikuti jejak ayah, pamannya (Pangeran Harry), dan paman buyutnya (Earl Spencer) untuk bersekolah di Eton College.Pangeran George kini akan tinggal di asrama sekolah yang memiliki 25 gedung asrama; masing-masing menampung sekitar 55 siswa dan dikelola oleh staf residensial yang dipimpin oleh seorang kepala asrama.
Lokasi sekolah ini juga tidak jauh dari kediaman keluarga sang pangeran di Windsor.
"Ada siswa yang langsung merasa betah tinggal di asrama, sementara yang lain butuh waktu untuk beradaptasi," tulis Good Schools Guide mengenai Eton College, yang menyebutkan bahwa sekolah tersebut menyediakan kamar pribadi untuk setiap siswa.
Pangeran George Akan Jalani Hari Pertama di Eton College, Ini 3 Keunikan Sekolah Paling Elite di Inggris
1. Bangunan Kuno, tapi Sekolahnya Progresif
Melanie Sanderson, redaktur pelaksana panduan sekolah tersebut, mengatakan bahwa Eton memiliki "fasilitas yang luar biasa dan area sekolah yang luas". "Namun, terlepas dari bangunan-bangunannya yang kuno, sekolah ini adalah sekolah modern dengan pandangan yang progresif."Sebagian besar anak laki-laki berusia 13 tahun yang tiba di sana pada bulan September tentu tidak bisa membayangkan seperti apa kehidupan dewasa yang menanti mereka," katanya dilansir BBC. "Akan tetapi, Pangeran George menghadapi masa depan yang sangat khusus, dan orang tuanya—yang memiliki pilihan sekolah tak tertandingi—telah memutuskan bahwa pendidikan di Eton merupakan persiapan terbaik untuk menjalani kehidupan sebagai anggota keluarga kerajaan modern yang menjalankan tugas resmi," ujarnya.
2. Sekolah Para Selebritas Inggris
Di antara politisi terkini yang pernah bersekolah di Eton adalah Lord David Cameron, Boris Johnson, Kwasi Kwarteng, dan Sir Jacob Rees-Mogg.Sejumlah selebritas yang merupakan alumni Eton antara lain Eddie Redmayne, Dominic West, Damian Lewis, dan Tom Hiddleston.
Pangeran William, saat diwawancarai ketika berusia 18 tahun, pernah mengungkapkan bahwa ia menikmati masa-masanya di Eton.
"Saya sangat menikmati pengalaman bisa beraktivitas di Eton layaknya siswa biasa lainnya," ujarnya pada bulan Juni 2000.
3. 22 dan 55 PM Inggris Adalah Alumni Eton College
Apakah karena Eton menjadi wadah pembentuk generasi pemimpin politik—dengan 20 dari 55 perdana menteri Inggris pernah menempuh pendidikan di sana, termasuk perdana menteri pertama Robert Walpole dan yang terkini, Boris Johnson? Hal ini saja sudah memberikan ketenaran yang terus melanggengkan dirinya sendiri. Atau apakah karena sejarah panjang sekolah tersebut (didirikan hampir 600 tahun yang lalu), biaya pendidikannya yang tinggi (£42.500 atau $58.000 per tahun), tradisinya, atau bahkan seragamnya—di mana topi tinggi masih dikenakan hingga tahun 1960-an dan jas berekor masih dipakai hingga kini?Elemen-elemen ini memicu mitologisasi dan menciptakan kesan bahwa sekolah ini adalah dunia tersendiri, sebuah fantasi layaknya cerita fiksi tentang pendidikan elite yang diwariskan turun-temurun dalam keluarga-keluarga kaya—yang menurut penulis sekaligus alumnus Eton, James Wood, memiliki kekayaan yang "berasal dari masa lampau yang begitu jauh hingga asal-usul kemakmuran mereka tak lagi terlihat." Apakah kenyataannya sesuai dengan cerita yang beredar—dan buku-buku yang ditulis—tentang sekolah yang "menguasai" Inggris ini?
Kalahkan Pendukung Israel, Aisha Wahab Jadi Warga AS Keturunan Afghanistan Pertama di Kongres
Tentu saja, tidak semua orang yang bersekolah di Eton sesuai dengan stereotip tersebut. Bulan ini menandai terbitnya One of Them: An Eton College Memoir karya penulis, pembuat siniar, dan musisi Musa Okwonga. Saat menempuh pendidikan di Eton antara tahun 1993 hingga 1998, Okwonga merupakan satu dari segelintir siswa berkulit hitam di sekolah tersebut. Buku ini merupakan kontribusinya terhadap "eksplorasi mengenai ras dan kelas" di Inggris, dengan gagasan bahwa "untuk memahami ke mana arah kita sebagai masyarakat, kita perlu memahami bagaimana kita sampai di titik ini."







