Siapa Carsten Breuer? Jenderal Jerman yang Ditunjuk sebagai Pejabat Militer NATO

Siapa Carsten Breuer? Jenderal Jerman yang Ditunjuk sebagai Pejabat Militer NATO

Global | sindonews | Selasa, 22 September 2026 - 03:30
share

Jenderal Jerman Carsten Breuer terpilih sebagai ketua Komite Militer NATO berikutnya, di tengah upaya negara-negara Eropa untuk memperkuat angkatan bersenjata mereka demi menangkal ancaman Rusia.

Breuer, yang menjabat sebagai Inspektur Jenderal Bundeswehr, akan menggantikan Laksamana Italia Giuseppe Cavo Dragone; masa jabatannya selama tiga tahun dijadwalkan dimulai pada musim panas 2027.

Siapa Carsten Breuer? Jenderal Jerman yang Ditunjuk sebagai Pejabat Militer NATO

1. Fokus ke Konflik Rusia dan Ukraina

Para kepala pertahanan negara-negara anggota NATO memberikan dukungan kepada Breuer dalam pemungutan suara di konferensi tahunan Komite Militer di Kopenhagen pada hari Sabtu. Komite ini merupakan forum utama tempat para pemimpin militer tertinggi aliansi tersebut mengoordinasikan tindakan bersama angkatan bersenjata mereka serta memberikan saran kepada pimpinan politik NATO.

Breuer telah memimpin upaya besar-besaran persenjataan kembali yang digagas Berlin menyusul eskalasi konflik Rusia-Ukraina—yang terjadi setahun sebelum ia menjabat sebagai inspektur jenderal pada tahun 2023. Terpilihnya ia untuk salah satu posisi militer paling senior di NATO merupakan tanda "pengakuan atas berbagai langkah yang telah diambil Jerman untuk memperkuat aliansi tersebut," ujar Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius.

Menurut perkiraan yang dikutip oleh Handelsblatt, Jerman saat ini menempati peringkat pertama di antara anggota NATO Eropa dalam hal belanja militer, dengan nilai sekitar €125 miliar (USD143 miliar). Pejabat Jerman juga semakin banyak memegang posisi senior dalam struktur komando militer aliansi tersebut. Kepala Pertahanan Jerman, Jenderal Carsten Breuer, telah terpilih sebagai Ketua Komite Militer NATO berikutnya. Para kepala militer dari 32 negara anggota aliansi tersebut memilih Breuer dalam sebuah pertemuan di Kopenhagen, dengan Ketua saat ini, Laksamana Italia Giuseppe Cavo Dragone, mengumumkan hasilnya. Breuer akan menggantikan Dragone pada musim panas mendatang.

2. Penasihat Utama Sekjen NATO

Sebagai kepala otoritas militer senior NATO, Breuer akan bertindak sebagai penasihat militer utama bagi pimpinan politik aliansi tersebut dan Sekretaris Jenderal Mark Rutte, demikian dilaporkan Reuters.

Transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah perubahan geopolitik yang signifikan dan dinamika hubungan transatlantik yang terus berkembang. Breuer mengambil alih peran ini pada saat Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara anggota Eropa untuk memikul tanggung jawab utama atas pertahanan kawasan mereka sendiri.

Menanggapi kekhawatiran keamanan yang meningkat pasca-invasi Rusia ke Ukraina, negara-negara Eropa secara bertahap meningkatkan anggaran militer; Jerman, misalnya, berencana melipatgandakan belanja pertahanannya hingga melampaui €200 miliar (US$230 miliar) pada tahun 2030, menurut Reuters.

3. Kaya dengan Pengalaman Perang

Breuer, 61 tahun, membawa pengalaman operasional dan administratif yang luas untuk jabatan ini. Setelah bergabung dengan militer Jerman di unit pertahanan udara pada tahun 1984, ia menempuh pendidikan di German General Staff College di Hamburg dan US General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas.

Karier militernya mencakup penugasan di Kabul, Afghanistan, pada tahun 2014 bersama International Security Assistance Force (ISAF) NATO. Ia kemudian dijuluki "jenderal kanselir" setelah mantan Kanselir Olaf Scholz menunjuknya untuk memimpin tim krisis penanganan pandemi COVID-19 nasional Jerman pada periode 2021–2022.

4. Fokus Perkuat Alutsista

Pada tahun 2022, Kanselir Olaf Scholz mengumumkan sebuah "titik balik" atau Zeitenwende, yang mengakhiri masa selama beberapa dekade di mana Bundeswehr (angkatan bersenjata Jerman) semakin diarahkan pada operasi luar negeri berskala kecil alih-alih pertahanan wilayah berskala besar. Friedrich Merz, yang menggantikan Scholz sebagai kanselir pada Mei 2025, bertekad mengubahnya menjadi angkatan darat konvensional terkuat di Eropa. Pemerintahan koalisinya mengubah aturan konstitusional Jerman mengenai pembatasan utang, dengan mengecualikan sebagian besar belanja militer dari batasan pinjaman.

Menurut Kiel Institute for the World Economy, Jerman memesan peralatan militer senilai sekitar €85 miliar (USD97 miliar) pada tahun 2025, sementara Berlin berencana meningkatkan belanja pertahanan hingga 3,5 dari PDB pada tahun 2029.Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah anggota parlemen dan pejabat mengisyaratkan bahwa Jerman dapat memberlakukan kembali wajib militer—yang sempat ditangguhkan pada tahun 2011—paling cepat tahun depan, dengan alasan kekurangan personel militer.

Rusia berulang kali menyatakan tidak memiliki niat untuk menyerang anggota NATO kecuali jika diserang terlebih dahulu, serta menepis klaim sebaliknya sebagai tindakan provokatif yang gegabah dan memicu perang. Moskow juga menyebut peningkatan belanja militer NATO sebagai bukti bahwa pemerintah-pemerintah Barat sedang bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi dengan Rusia.

Saat berbicara kepada para wartawan awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berpendapat bahwa upaya Merz untuk menjadikan Jerman kekuatan militer utama Eropa pada dasarnya sama dengan "menyatakan perang" terhadap Rusia, dan menuduh sang kanselir gagal memetik pelajaran dari sejarah.

Topik Menarik