Tertinggi Sepanjang Masa! Harga Solar AS Tembus Rp30.750 Per Liter, Imbas Perang Iran

Tertinggi Sepanjang Masa! Harga Solar AS Tembus Rp30.750 Per Liter, Imbas Perang Iran

Global | sindonews | Selasa, 22 September 2026 - 09:21
share

Harga solar di Amerika Serikat (AS) telah melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa. Ini imbas dari memanasnya perang Amerika melawan Iran dan perang Arab Saudi melawan Houthi Yaman, yang memicu gangguan pasokan bahan bakar global.

Rata-rata harga solar di Amerika mencapai USD6,5107 (Rp116.384) per galon atau sekitar USD1,72 (Rp30.750) per liter pada Senin, menurut American Automobile Association (AAA).

Baca Juga: Menkeu AS: Besok, Seluruh Maskapai Penerbangan Iran Berhenti Beroperasi di Seluruh Dunia

Harga tersebut naik dari USD6,23 per galon sepekan sebelumnya dan USD5,58 sebulan lalu. Harga solar kini sekitar 76 persen lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya.

Kelangkaan solar global semakin parah akibat perang AS melawan Iran serta gangguan terhadap arus energi melalui Selat Hormuz. Kemajuan yang diraih kelompok Houthi di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman juga menambah ketidakpastian, memicu kekhawatiran terhadap pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb serta ekspor minyak Arab Saudi.

Kekhawatiran terhadap pasokan semakin meningkat ketika Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan langkah berikutnya terhadap Iran. Pada akhir pekan, Trump mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan berbagai opsi, mulai dari aksi militer hingga tekanan ekonomi atau membuat kesepakatan. Trump juga menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan mendorong Teheran menggunakan senjata-senjata baru dan memperluas cakupan geografis konflik.

Di sisi lain, Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghentikan serangan Kyiv terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Menurut Trump, serangan tersebut memperburuk kelangkaan solar global.

Pada hari Senin, Trump kembali menyoroti kerusakan kapasitas pengolahan minyak Rusia. Dia mengatakan sejumlah fasilitas telah mengalami kerusakan hingga tidak dapat beroperasi.

Pada saat yang sama, Washington memperketat sanksi terhadap Moskow. Pada Jumat pekan lalu, Trump menandatangani undang-undang yang menargetkan sektor energi dan pertahanan Rusia serta jaringan pengiriman minyak negara tersebut. Undang-undang itu juga memberikan kewenangan untuk menerapkan tarif hingga 100 persen terhadap pembeli utama minyak dan gas Rusia.Solar merupakan bahan bakar yang sangat penting bagi perekonomian AS karena digunakan untuk menggerakkan sebagian besar angkutan barang dan mesin pertanian di negara tersebut. Karena itu, kenaikan harga solar dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi barang, yang pada akhirnya menambah tekanan inflasi.

Lonjakan harga tersebut terjadi ketika Federal Reserve (The Fed) berupaya mengatasi inflasi yang masih bertahan tinggi. Pekan lalu, bank sentral AS tersebut menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4 persen, kenaikan pertama sejak 2023.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan inflasi AS masih terlalu tinggi dan telah bertahan dalam waktu yang terlalu lama.

Topik Menarik