Pemerintah Inggris Minta Warga Muslim Lebih Hemat Air saat Berwudu

Pemerintah Inggris Minta Warga Muslim Lebih Hemat Air saat Berwudu

Global | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:32
share

Regulator industri air di Inggris telah mengimbau umat Muslim di negara tersebut untuk menggunakan lebih sedikit air saat melakukan wudu. Mereka juga meminta komunitas Asia mengurangi penggunaan air saat mencuci beras.

Imbauan ini merupakan bagian dari proyek program "efisiensi air dalam komunitas keagamaan dan beragam" yang didanai Ofwat, Otoritas Regulasi Layanan Air (Water Services Regulation Authority).

Salah satu inisiatif terbaru proyek ini adalah kemitraan antara South Staffordshire Water, fakultas teologi Universitas Cambridge, dan Masjid Pusat Cambridge—masjid ramah lingkungan pertama di Inggris—serta berbagai organisasi dan perusahaan air lainnya.

Satu uji coba inisiatif ini di Cambridge mendorong umat Muslim setempat untuk hanya menggunakan satu liter air saat melakukan wudu sebelum salat.

Menurut Ofwat, departemen pemerintah non-kementerian, uji coba tersebut menemukan penggunaan botol berukuran satu liter dapat menghemat hingga 55 liter air per orang setiap harinya, mengingat banyak orang menghabiskan hingga 12 liter air mengalir untuk berwudu lima kali sehari.Diperkirakan uji coba wudu ini berhasil menghemat hingga 5.900 liter air per hari di Cambridge.

Inisiatif tersebut merekomendasikan "penyebarluasan secara masif" panduan ini melalui saluran televisi Islam, namun memperingatkan agar perusahaan air tidak terkesan menyalahkan umat Muslim karena dianggap lebih boros air dibandingkan kelompok lain.

Nabi Muhammad diyakini secara umum hanya menggunakan tidak lebih dari satu liter air untuk berwudu.

Menurut laporan The Telegraph, inisiatif lainnya menggunakan dana pembayar pajak sebesar 270.000 poundsterling dan melibatkan Ping Coombes—seorang koki selebritas pemenang MasterChef tahun 2014—untuk mengajarkan warga Asia cara memasak dan mencuci beras dengan penggunaan air yang lebih hemat.

Dalam video YouTube, Coombes mengatakan, "Sudah menjadi kebiasaan umum untuk mencuci beras sebanyak lima hingga tujuh kali sampai airnya terlihat bening. Hal itu membuat saya berpikir, apakah benar-benar perlu mencuci beras sebanyak itu? Saya sendiri sebenarnya hanya mencuci beras dua kali."

Pemborosan Uang Pembayar Pajak

Para kritikus berpendapat perusahaan air seharusnya lebih fokus memperbaiki infrastruktur yang bocor daripada menggurui masyarakat umum.

Pada bulan Juli, penelitian Greenpeace UK menemukan 2,87 miliar liter air—jumlah yang cukup untuk mengisi 1.150 kolam renang ukuran Olimpiade—hilang setiap harinya akibat kebocoran pipa di Inggris dan Wales.

Studi tersebut menemukan perusahaan air membuang air lima kali lebih banyak melalui pipa yang bocor dibandingkan jumlah air yang dapat dihemat melalui kebijakan larangan penggunaan selang air.

Mike Wood, menteri bayangan untuk Kantor Kabinet (Shadow Minister for the Cabinet Office), mengatakan kepada The Telegraph, “Mengurangi pemborosan air adalah tujuan yang mulia, namun masalah yang lebih besar di sini adalah pemborosan uang pembayar pajak.”

Dia menjelaskan, "Keluarga-keluarga sudah menghadapi kenaikan tagihan yang sangat besar; mereka tentu tidak akan senang mengetahui uang mereka digunakan untuk program-program aneh yang berfokus pada upaya mengubah praktik keagamaan dan budaya yang telah lama ada."Seorang juru bicara Ofwat mengatakan kepada Middle East Eye, "Cuaca kering yang berkepanjangan pada musim panas ini mengingatkan kita semua akan perlunya menggunakan air secara lebih efisien dan menjadi pengelola yang bijak atas sumber daya yang berharga dan terbatas ini.

"Program percontohan ini dijalankan melalui kerja sama dengan perusahaan air, organisasi amal, dan berbagai kelompok keagamaan untuk memberikan saran yang relevan dan praktis kepada beragam komunitas mengenai cara menghemat air, dan program ini berakhir pada bulan April 2025. Program ini tidak mendikte apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan masyarakat, ataupun mencampuri ibadah atau adat istiadat keagamaan."

Pada bulan Juni, pemerintah Inggris meluncurkan kampanye publikasi senilai 75 juta poundsterling yang bertajuk Let's Save Water (Mari Hemat Air), yang mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan air sehari-hari dengan melakukan perubahan-perubahan kecil dalam aktivitas rutin mereka.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran

Topik Menarik