4 Taktik Perang Houthi, Semuanya Terinspirasi dari Iran
Iran memanfaatkan kelompok Houthi Ansar Allah di Yaman sebagai "faktor tak terduga" (wild card) untuk mendorong agenda regionalnya.
4 Taktik Perang Houthi, Semuanya Terinspirasi dari Iran
1. Menggunakan Drone dan Rudal
"Houthi merupakan salah satu proksi Iran yang cukup independen dalam hal tindakan. Namun, kita juga tahu bahwa mereka terus-menerus dipasok—termasuk dengan teknologi militer, khususnya kemampuan rudal dan drone," kata analis pertahanan Alexandru Hudisteanu."Pada dasarnya, Houthi menjadi prototipe yang umum digunakan Iran dalam hal perang drone," tambahnya, seraya menyoroti "betapa besar dampak buruk yang ditimbulkannya terhadap pelayaran global".
2. Fokus ke Perang Ekonomi
"Apa yang kita lihat di Selat Hormuz pada dasarnya adalah model yang sama" dengan yang diterapkan Houthi di Selat Bab al-Mandeb melalui penghadangan ekspor minyak Arab Saudi.Presiden Iran: Perang dengan AS Harus Diakhiri saat Teheran dalam Posisi Kuat dan Bermartabat
"Kita perlu mencermati target-target yang menjadi sasaran utama Houthi selama sekitar satu minggu terakhir ini: Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) di Arab Saudi. Hal ini dapat dipandang sebagai indikasi yang lebih jelas mengenai adanya bentuk keselarasan antara Iran dan Houthi," ujar Hudisteanu kepada Al Jazeera.
3. Menyerang Jantung Pertahanan
Sirene peringatan akan adanya rudal dan pesawat nirawak tempur yang diluncurkan dari Yaman telah berbunyi di ibu kota Saudi, Riyadh, dan wilayah lain di kerajaan tersebut.Hal ini terjadi di tengah berlanjutnya serangan Angkatan Bersenjata Houthi terhadap lokasi-lokasi strategis jauh di dalam wilayah Arab Saudi, sebagai balasan atas serangan udara Saudi dan blokade yang terus berlangsung terhadap negara mereka.Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi mengeluarkan pemberitahuan peringatan darurat melalui Platform Peringatan Dini Nasional kepada penduduk di seluruh Riyadh dan kegubernuran al-Kharj yang bertetangga pada Sabtu dini hari, memperingatkan adanya potensi bahaya yang mendesak.
Peringatan tersebut disiarkan langsung ke perangkat seluler menggunakan protokol jaringan seluler, sementara sejumlah ledakan keras terdengar di Riyadh.
Kalahkan Pendukung Israel, Aisha Wahab Jadi Warga AS Keturunan Afghanistan Pertama di Kongres
Otoritas Pertahanan Sipil Saudi dilaporkan menginstruksikan warga untuk tetap tenang, berada di dalam ruangan, dan berlindung di ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela, balkon, atau permukaan kaca.
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari ruang terbuka, berkumpul di tempat umum, atau merekam operasi darurat.
Menurut media Saudi, sirene serupa juga dibunyikan di kota pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah, Arab Saudi bagian barat; kota al-Ula di barat laut kota suci Madinah; serta kota Khamis Mushait, Jizan, dan Abha di barat daya Arab Saudi.
4. Menarget Target yang Spesifik yakni Saudi
Pemerintahan Sana'a mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada tanggal 20 Juli, sebagai tanggapan atas "pengepungan yang tidak adil dan zalim" terhadap Houthi yang telah berlangsung selama hampir 12 tahun.Militer Houthi telah mengumumkan beberapa operasi yang berhasil menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah.Media Yaman pada hari Jumat mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata telah merebut dataran tinggi strategis di provinsi barat daya Lahij yang menghadap ke Selat Bab al-Mandab, seraya terus bergerak maju melawan pasukan tentara bayaran yang didukung Saudi di wilayah tersebut.
Angkatan Bersenjata Houthi juga baru-baru ini mengumumkan keberhasilan mereka menguasai Pulau Perim—yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai Pulau Mayyun—sehingga memperkuat posisi strategis mereka di sekitar Selat Bab al-Mandab, sebuah jalur maritim vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Pada bulan Maret 2015, Arab Saudi dan sekutunya memberlakukan blokade terhadap Yaman serta meluncurkan kampanye militer besar-besaran, dengan dukungan militer, politik, dan logistik dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.
Perang ini telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman. Namun, Arab Saudi gagal mencapai tujuan yang mereka tetapkan, yaitu memulihkan rezim boneka yang melayani kepentingan mereka.




