Eks Dubes AS Peringatkan Potensi Serangan Spektakuler Iran dalam 6 Pekan Mendatang

Eks Dubes AS Peringatkan Potensi Serangan Spektakuler Iran dalam 6 Pekan Mendatang

Global | sindonews | Jum'at, 4 September 2026 - 20:36
share

Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Tunisia, Joey Hood, memperingatkan Iran mungkin sedang mempersiapkan "serangan spektakuler" dalam enam pekan ke depan. Peringatan itu muncul di tengah ketegangan yang masih terjadi antara AS dan Iran.

Hood mengatakan kepada Al Jazeera, "Mereka [Iran] memiliki rekam jejak dalam upaya mempermalukan presiden AS, terutama menjelang masa pemilihan umum, mulai dari era Jimmy Carter hingga masa-masa terkini.”

"Pemilihan umum di AS dan Israel berlangsung pada waktu yang bersamaan. Ada godaan yang sangat besar bagi Iran untuk mencoba mendongkrak harga bensin di Amerika Serikat. Terlebih lagi karena mereka tahu pemilih Amerika sangat sensitif terhadap harga bensin, sama halnya dengan pemilih Arab yang sangat sensitif terhadap harga roti."

Hood menyatakan terdapat kebuntuan dalam diplomasi antara AS dan Israel, dan diperlukan satu unsur kejutan untuk mendorong kemajuan dalam negosiasi.

"Menurut saya, [upaya diplomatik] tidak akan banyak berarti kecuali ada langkah yang sama spektakulernya dari pihak mediator," ujarnya.Dia menjelaskan, "Misalnya, negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan Mekkah mengerahkan aset angkatan laut mereka ke kawasan Teluk dan wilayah utara Laut Arab, lalu menyatakan, 'Kami akan memantau Selat ini. Tidak boleh ada lagi penembakan terhadap kapal-kapal. Tidak perlu lagi ada blokade laut dari Amerika Serikat.'”

Sementara itu, komandan pertahanan udara gabungan Iran, Brigadir Jenderal Alireza Elhami, menyatakan Iran "siap menghadapi segala bentuk konfrontasi," baik saat ini maupun di masa depan, karena "ancaman belum berakhir," demikian dilaporkan kantor berita Fars.

Ia mengatakan sistem pertahanan udara Iran telah "mencapai kemandirian penuh" dan negara tersebut telah menyajikan "definisi baru tentang kekuatan nasional" kepada dunia.

Baca juga: Berbagai Organisasi Buru Warga Turki yang Jadi Tentara Israel

Topik Menarik