Tiru Strategi China, Kanada Akan Balas Perang Tarif AS dengan Nilai Setara

Tiru Strategi China, Kanada Akan Balas Perang Tarif AS dengan Nilai Setara

Global | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:07
share

Gelombang baru tarif AS terhadap berbagai macam produk Kanada mulai berlaku pada hari Sabtu setelah perundingan perdagangan gagal di saat-saat terakhir.

Saat mengumumkan penangguhan negosiasi tak lama sebelum tenggat waktu Jumat malam, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan ia akan memberlakukan tarif balasan terhadap produk-produk AS dengan nilai yang setara (dollar for dollar).

Carney mengatakan "perubahan menit-menit terakhir pada ketentuan yang diusulkan AS tidak adil, tidak masuk akal secara ekonomi, dan menimbulkan keraguan terhadap keandalan kesepakatan apa pun".

Para negosiator perdagangan telah terlibat dalam perundingan intensif sejak bulan Juli, setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan pungutan sebesar 50 terhadap impor Kanada senilai hampir USD20 miliar paling lambat tanggal 19 Agustus.

Trump sempat menunda sementara tarif tersebut pada awal pekan itu, dengan mengatakan bahwa kedua belah pihak hampir menandatangani kesepakatan perdagangan yang "sangat bagus" bagi kedua negara.

Namun, beberapa menit sebelum tenggat waktu kesepakatan, Carney mengatakan bahwa meskipun "kemajuan penting" telah dicapai dalam perundingan, hal itu "tidak cukup untuk memenuhi tujuan kami bagi rakyat Kanada".

"Akibatnya, malam ini, saya memutuskan untuk menangguhkan negosiasi perdagangan dengan AS dan telah menginstruksikan para negosiator untuk kembali ke Ottawa," ujarnya, dilansir BBC."Perubahan menit-menit terakhir pada ketentuan yang diusulkan AS tidak adil, tidak masuk akal secara ekonomi, dan menimbulkan keraguan terhadap keandalan kesepakatan apa pun." Setelah pengumuman Carney, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan: "Malam ini, Kanada menolak untuk merampungkan kesepakatan dagang berdasarkan ketentuan yang telah disepakati awal pekan ini.

"Meskipun AS telah menawarkan perlakuan terbaik bagi Kanada—setara dengan eksportir utama lainnya di pasar kami—munculnya tuntutan baru dan penarikan kembali komitmen lain oleh Kanada telah merusak keseimbangan yang sebelumnya telah dicapai dengan susah payah."

Kegagalan perundingan ini menandai perubahan sikap yang signifikan dibandingkan awal pekan, saat para pejabat AS dan Kanada sempat optimistis bahwa kesepakatan dagang yang saling menguntungkan bagi kedua negara dapat segera tercapai.

Para negosiator dilaporkan sedang membahas kesepakatan untuk menurunkan tarif AS atas baja dan aluminium Kanada dari 50 menjadi 25, serta atas kendaraan bermotor Kanada dari 25 menjadi 15.

Sebagai imbalannya, Carney telah meminta pemerintah provinsi di Kanada untuk kembali memajang produk minuman beralkohol AS di rak-rak toko.

Kegagalan perundingan ini membawa hubungan AS-Kanada ke situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan menjadi ujian besar bagi masa jabatan Carney.

Kedua negara telah membangun salah satu hubungan perdagangan dengan integrasi ekonomi terdalam di dunia, di mana Kanada mengirimkan sekitar 70 ekspornya ke negara tetangga di selatannya tersebut.Namun, ketegangan antara kedua mitra dagang utama ini terus memanas sejak Trump kembali menjabat pada Januari tahun lalu dan meluncurkan program tarif global berskala luas, yang menjungkirbalikkan praktik perdagangan bebas yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara Kanada dan AS.

Kini setelah perundingan gagal, Kanada akan dikenai tarif baru AS sebesar 50 yang diberlakukan oleh Trump menggunakan undang-undang era Depresi Besar, yaitu Tariff Act of 1930 (Undang-Undang Tarif Tahun 1930).

Tarif ini akan dikenakan pada berbagai jenis barang—mencakup sekitar 5 dari total ekspor Kanada—termasuk anggur, produk susu, semen, pakaian, dan perlengkapan hoki.

Pungutan baru ini merupakan tambahan terhadap tarif yang sebelumnya telah diberlakukan AS atas baja, aluminium, kendaraan bermotor, dan kayu olahan asal Kanada.

Kalangan bisnis dan pemangku kepentingan di kedua sisi perbatasan telah mendesak tercapainya kesepakatan, dengan argumen bahwa tarif baru AS terhadap Kanada akan merugikan kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan, Kamar Dagang Kanada menyebut tarif tersebut sebagai "pukulan telak bagi daya saing Amerika Utara".

"Bagi eksportir kecil Kanada yang beroperasi dengan margin keuntungan tipis, ini bukanlah sengketa dagang yang bersifat abstrak. "Ini berarti mencermati pesanan, penggajian, dan karyawan Anda, serta mempertimbangkan apa yang masih mampu Anda biayai," ujar ketua kamar dagang tersebut, Candace Laing.Warga Kanada telah menyatakan kepada lembaga survei bahwa mereka bersedia memperjuangkan kesepakatan yang menguntungkan.

Sebuah survei terbaru dari perusahaan Abacus Data menunjukkan bahwa sekitar 36 warga Kanada mendukung langkah balasan terhadap tarif AS, sementara 30 lainnya menginginkan pemerintah melanjutkan negosiasi.

Perdana Menteri perlu meyakinkan warga Kanada bahwa dampak ekonomi yang menyakitkan itu sepadan dengan sikap tegas terhadap Gedung Putih demi meraih kesepakatan yang lebih baik dalam jangka panjang.

Kanada berisiko kehilangan 90.000 lapangan kerja jika tarif baru tersebut diterapkan; demikian estimasi dalam analisis yang diterbitkan pada hari Kamis oleh ekonom Trevor Tombe yang berbasis di Calgary.

Para analis keuangan memproyeksikan bahwa tarif baru sebesar 50 tersebut dapat menurunkan PDB negara itu sebesar 0,3 hingga 0,6.

Doug Ford, perdana menteri (kepala pemerintahan) provinsi terpadat di Kanada, Ontario, mengatakan, "Perdana Menteri mendapat dukungan penuh dari saya untuk sikap tegas—tarif dibalas tarif, dolar dibalas dolar".

Ontario, yang memiliki sektor manufaktur dan otomotif yang besar, merupakan salah satu provinsi di Kanada yang paling terdampak parah dalam sengketa perdagangan ini. Perekonomian Quebec dan British Columbia juga akan sangat terdampak oleh tarif baru tersebut.Premier British Columbia, David Eby, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam bahwa "kesantunan kita jangan sampai disalahartikan sebagai kelemahan".

"Kami tidak menginginkan hal ini, tetapi kami akan terus berjuang selama apa pun yang diperlukan."

Kanada telah terlibat dalam negosiasi perdagangan yang berjalan pasang-surut dengan AS selama lebih dari setahun demi mencapai kesepakatan agar AS menghapus atau menurunkan tarif pada sektor-sektor utama tersebut.

Sementara itu, AS menuntut sejumlah konsesi dari Kanada, termasuk penghapusan sisa tarif balasan terhadap produk otomotif AS serta penyesuaian kuota produk susu guna memberikan akses lebih luas bagi produsen keju AS.

AS juga meminta agar larangan penjualan minuman beralkohol asal AS—yang diberlakukan tahun lalu oleh sebagian besar provinsi di Kanada sebagai balasan atas tarif Trump—dicabut.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Distilled Spirits Council of the United States menyatakan bahwa "sangat disayangkan sikap provinsi-provinsi di Kanada yang terus menolak mengembalikan produk minuman keras AS ke rak-rak toko telah berujung pada situasi ini".

Dewan tersebut menyebutkan bahwa ekspor ke Kanada merosot lebih dari 70 secara tahunan (year-over-year) sejak dimulainya larangan balasan pada bulan Maret hingga Desember 2025.

Topik Menarik