Peralatan FAA Ngadat, Kacaukan Lebih dari 1.000 Penerbangan di New York
Perlatan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) mengalami gangguan selama delapan jam pada hari Senin waktu setempat. Ngadatnya peralatan tersebut telah mengacaukan lebih dari 1.000 penerbangan di berbagai bandara di New York.
Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), Bandara LaGuardia, dan Bandara Internasional Newark Liberty (EWR), termasuk sejumlah bandara yang terdampak ground stop akibat gangguan yang mengacaukan lalu lintas penerbangan di kawasan Timur Laut AS tersebut.
Baca Juga: Menkeu AS: Besok, Seluruh Maskapai Penerbangan Iran Berhenti Beroperasi di Seluruh Dunia
Dalam terminologi penerbangan, ground stop merupakan instruksi pengendalian lalu lintas udara yang menahan penerbangan menuju bandara tertentu di bandara asalnya, sehingga pesawat belum diizinkan berangkat.
Menurut situs layanan pelacakan penerbangan Flightradar24, JFK dan LaGuardia masuk dalam daftar bandara yang penerbangannya ditahan di bandara keberangkatan masing-masing.“Bandara New York JFK dan LaGuardia kini telah ditambahkan ke dalam daftar bandara yang mengalami ground stop. Penerbangan menuju bandara tersebut ditahan di bandara asal akibat gangguan peralatan FAA,” tulis Flightradar24 dalam unggahan di X.Selain JFK dan LaGuardia, gangguan juga berdampak pada Newark, Teterboro, Philadelphia, dan Westchester County Airport.
Dalam pembaruan berikutnya, penerbangan kedatangan di Newark kembali dilayani, meski sejumlah penerbangan masih harus dialihkan ke bandara lain.
“Penerbangan kedatangan baru saja kembali dilayani di Newark. Tidak ada penerbangan komersial yang mendarat di EWR antara pukul 09.38 dan 17.22 waktu setempat hari ini,” imbuh pemberitahuan Flightradar24.
Flightradar24 juga melaporkan gangguan signifikan terhadap operasional penerbangan di Newark.
Selain dapat Rp529 Juta, Warga Iran yang Membunuh Tentara AS Akan Dianggap sebagai Pahlawan
“Hingga pukul 17.30 EDT, sebanyak 107 penerbangan dialihkan dari Newark (EWR) ke 34 bandara berbeda, melibatkan 25 maskapai. Bandara IAD [Washington Dulles International Airport] menerima 19 penerbangan yang dialihkan, sedangkan JFK menerima 12 penerbangan. United, yang menjadikan Newark sebagai salah satu hub utamanya, menjadi maskapai yang paling terdampak dengan 70 penerbangan dialihkan,” lanjut pemberitahuan Flightradar24.Menurut laporan New York Post, Selasa (22/9/2026), gangguan tersebut berkaitan dengan dua kerusakan peralatan dan berdampak pada lebih dari enam bandara di kawasan Timur Laut AS sepanjang Senin.
Administrator FAA Bryan Bedford mengatakan kerusakan sirkuit di fasilitas Philadelphia Terminal Radar Approach Control (TRACON) menyebabkan hilangnya fungsi sejumlah perangkat komunikasi radio dan radar yang digunakan untuk melayani beberapa bandara, termasuk JFK, LaGuardia, dan Newark.
FAA mengatakan Bandara Philadelphia, Teterboro, dan Westchester County juga terdampak.
Laporan itu menyebutkan bahwa gangguan tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 waktu setempat dan menyebabkan lebih dari 1.000 penerbangan mengalami keterlambatan atau pembatalan.
Gangguan terjadi ketika New York bersiap menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dan menteri dari berbagai negara dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sistem Serat Optik Cadangan Rusak
Gangguan semakin meluas setelah pejabat menemukan bahwa sistem komunikasi cadangan berbasis serat optik yang baru dipasang di New Jersey mengalami kerusakan akibat pekerjaan konstruksi.Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan sebuah kabel serat optik terputus saat pekerjaan berlangsung di dekat jalur kereta api Amtrak. Kerusakan tersebut berdampak pada jaringan komunikasi milik Verizon.
Pada pukul 18.00, Duffy mengatakan jaringan telekomunikasi telah diperbaiki dan operasional bandara mulai kembali normal, meski keterlambatan susulan masih diperkirakan terjadi.
“Jaringan telekomunikasi telah diperbaiki dan seluruh operasional bandara di kawasan Timur Laut kembali berjalan,” kata Duffy.
Bedford juga mengkritik desain infrastruktur jaringan yang ada. Menurutnya, sistem tersebut perlu dirombak untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi.
“Desain jaringan ini buruk. Jika kita tidak memperbaikinya, kita akan terus mengalami gangguan seperti ini,” ujarnya.







