Pernyataan Kontroversial Charly Van Houten soal Aksi Boikot Raffi Ahmad, Apa Katanya?

Pernyataan Kontroversial Charly Van Houten soal Aksi Boikot Raffi Ahmad, Apa Katanya?

Gaya Hidup | inews | Rabu, 4 November 2026 - 14:14
share

JAKARTA, iNews.id - Aksi boikot terhadap artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menjadi perhatian vokalis ST12, Charly Van Houten. Dia mengaku khawatir polemik yang menyeret nama suami Nagita Slavina itu tidak hanya berdampak pada sang presenter, tetapi juga merembet ke dunia hiburan Tanah Air.

Charly Van Houten menyampaikan pandangannya melalui video yang diunggah di Instagram. Dia mengaku prihatin melihat ramainya seruan boikot dan kritik terhadap Raffi Ahmad setelah kontroversi kehadirannya dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.

Menurut Charly, persoalan yang melibatkan seorang figur publik seharusnya tidak membuat pihak lain ikut terkena dampaknya. Terlebih, Raffi merupakan salah satu sosok yang memiliki keterlibatan luas dalam industri hiburan.

"Di mana-mana sedang ramai berbicara tentang Raffi Ahmad, sampai boikot-memboikot. Jujur secara pribadi saya ikut prihatin, apalagi sampai berdampak ke dunia hiburan yang dianggap karena ada menyangkut nama Raffi Ahmad," ujar Charly, dikutip Rabu (4/11/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekhawatiran Charly terhadap dampak yang lebih luas dari polemik tersebut. Dia berharap kritik yang ditujukan kepada Raffi tidak berkembang menjadi persoalan yang justru merugikan ekosistem hiburan.

Meski menyampaikan keprihatinan, Charly menegaskan dirinya tidak sedang membela Raffi Ahmad. Dia mengaku tidak mempunyai hubungan bisnis maupun kepentingan pribadi dengan presenter tersebut.

"Saya di sini bukan berbicara membela Raffi Ahmad. Saya juga bukan bawahannya, tidak punya juga hubungan bisnis sama dia, atau kumpul-kumpul sama dia dan ikut tidak ikut dalam acaranya. Jujur saya tidak punya kepentingan apa pun dalam persoalan ini," katanya.

Charly juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan penilaian sebelum memahami persoalan secara menyeluruh. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara hati-hati agar tidak memunculkan kesimpulan yang keliru.

Dalam video tersebut, Charly turut menanggapi klarifikasi Raffi Ahmad mengenai kehadirannya di acara Bundaran HI. Dia mengaku percaya dengan penjelasan Raffi yang menyebut dirinya hanya datang sebagai tamu undangan, bukan pihak yang membuat atau menyelenggarakan acara.

"Secara pribadi saya percaya seperti apa yang dijelaskan dalam klarifikasinya Raffi Ahmad ya. Dia hanya sebagai tamu undangan, bukan sebagai pihak yang membuat atau menyelenggarakan acara tersebut," tuturnya.

Kendati demikian, Charly menilai Raffi tetap perlu menjadikan polemik tersebut sebagai bahan introspeksi. Dia menduga Raffi kurang berhati-hati ketika menerima undangan sehingga kehadirannya justru memicu kontroversi.

"Cuma mungkin Raffi lagi kena apes dan kurang hati-hati saja. Ya semoga ini menjadi sebuah introspeksi buat Raffi," ujarnya.

Lebih lanjut, Charly menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik. Jika memang terdapat kesalahan, menurutnya, pihak yang bersangkutan harus bersedia mempertanggungjawabkannya.

Namun, dia berharap kritik tersebut disampaikan berdasarkan fakta yang jelas, bukan sekadar opini atau framing negatif yang berkembang di media sosial.

"Kalau memang ada kesalahan ya silakan dikritisi saja. Kalau ada yang perlu dipertanggungjawabkan ya harus dipertanggungjawabkan. Tetapi alangkah baiknya jika semuanya dilakukan berdasarkan fakta yang sudah benar-benar jelas," ucapnya.

Charly juga mengingatkan bahwa siapa pun bisa berada dalam posisi yang sama seperti Raffi Ahmad. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak kehilangan rasa keadilan ketika menyampaikan aspirasi.

"Hari ini mungkin Raffi yang menjadi sasaran, besok bisa saja siapa saja, bahkan mungkin diri kita juga bisa," katanya.

Dia memahami keresahan masyarakat dan menghargai hak publik untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Namun, Charly berharap kritik tidak berubah menjadi kebencian yang justru memperkeruh suasana.

"Jangan sampai tersesat menjadi membabi buta melebar ke mana-mana, meskipun ya itu sah-sah saja. Karena bagi saya, keadilan tidak boleh lahir dari kebencian," pungkasnya.

Sebelumnya, Raffi Ahmad telah menyampaikan permohonan maaf melalui video di Instagram pada Sabtu (31/10/2026) malam. Dia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara di Bundaran HI merupakan undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara.

Raffi juga mengaku tidak bermaksud merendahkan atau mencederai semangat perjuangan generasi muda. Dia menyadari bahwa setiap undangan yang diterimanya perlu dipahami lebih teliti sebelum memutuskan untuk hadir.

Topik Menarik