Doa Awal Bulan Safar Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya untuk Tolak Bala
JAKARTA, iNews.id - Umat Islam dianjurkan membaca doa awal Bulan Safar sebagai bentuk ikhtiar batin diberikan keberkahan hidup dan tolak bala agar dijauhkan dari marabahaya.
Sesuai kalender Hijriah dari Kementerian Agama, Bulan Safar 2026 diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026.Lajnah Falakiyah PBNU juga memprediksi Bulan Safar 1448 H akan jatuh pada Kamis, 16 Juli 2026. Sedangkan Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Bulan Safar 2026 jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026.
Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah, setelah Muharram. Bulan ini memiliki banyak peristiwa bersejarah penting, termasuk hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.
Arti bulan Safar karena rumah-rumah mereka kosong dari para penghuninya, sebab penghuninya pergi untuk berperang dan mengadakan perjalanan. Dikatakan safaral makanu, apabila tempat yang dimaksud kosong, tak berpenghuni.
Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bulan Safar memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amalan sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah yang dianjurkan.
Sebagai umat Islam, hendaknya memahami bahwa setiap waktu yang Allah berikan adalah kesempatan emas untuk beramal saleh. Tidak ada bulan yang hina atau terkutuk dalam Islam, karena semua ciptaan Allah adalah baik dan membawa hikmah.
Oleh karena itu, bulan Safar ini patut disambut dengan semangat untuk memperbanyak ibadah dan amalan yang dapat menambah ketakwaan serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Lantas, apa bacaan doa awal Bulan Safar untuk tolak bala? Berikut ulasannya.
Doa Awal Bulan Safar
Muslim dianjurkan membaca doa berikut agar selalu dilindungi dari segala keburukan. Amalan doa ini diambil dari Kitab Kanzun Najah Wa Surur karangan Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qodir.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِم لِي فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَلِأَهْلِي وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي وَجِمْيعِ الْمُسْلِمِيْن. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Latin: Bismillahirrahmanirrakhiim. Washallallahu ta'aala 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aalihi washahbihi ajma'iin. A'uudzubillahi mingsyarri haadzaaz zamaani wa ahlihi, wa asaluka bijalaalika wajalaali wajhika wakamaali jalaali qudsika angtujiiranii wawalidayya wa ahlii wa ahbaabii wamaa tuhiituhuu syafaqahu qalbii mingsyarri haadzhis sanati. waqinii syarri maa qadhaitu fiiha washrif 'anni syarri syahri shafari, yaa kariiman nadhri wakhtimlii fii haadzasy syahri waddahri bissalaamati wal 'aafiyati lii waliwalidayya waulaadi wali ahlii wamaa tahuuthuhu syafaqohu qalbii wajami'il muslimiin. washallallahu ta'aala 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii washahbihii wasallam.
Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Tuan kami, Muhammad SAW dan keluarganya serta sahabatnya semuanya. Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu, dan aku memohon dengan wasilah keagungan-Mu dan keagungan keridhaan-Mu serta keagungan kesucian-Mu, supaya Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku, dari keburukan tahun ini, dan cegahlah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya. Palingkanlah dariku keburukan di bulan Safar, wahai Dzat Yang Memiliki Pandangan Yang Mulia. Akhirilah aku di bulan ini, di waktu ini dengan keselamatan dan sejahtera bagi kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku seluruhnya. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan keselamatan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya.
Mitos Safar Bulan Sial
Di kalangan masyarakat Jawa, Bulan Safar atau Sapar kerap dihubungkan dengan mitos bulan sial dan banyak bencana. Pada masa Arab Jahiliyah, bulan Safar juga disebut bulan sial.
Bulan Safar sering dikaitkan dengan mitos kesialan atau marabahaya. Asumsi ini sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan hingga pada masa Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW membantah mitos tersebut dan bahkan menyelenggarakan acara penting, seperti menggelar acara pernikahan di bulan Safar.
Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
لا عدوى ولا طيرة ةلا هامة ةلا صفر وفر من المجذوم كما تفر من الأسد
Artinya: Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.”
Menurut Ibnu Utsaimin rahimahullah, kata Safar dalam hadis tersebut memiliki makna yang bervariasi. Namun yang paling kuat menurut umat Jahiliah adalah sebagai bulan kesialan, sehingga sebagian orang jika selesai melakukan pekerjaan tertentu pada hari kedua puluh lima dari bulan Safar merasa lega, dan berkata, “Selesai sudah hari kedua puluh lima dari bulan Safar dengan baik.”
Sebagai Muslim, tentu harus meyakini qadha dan qadar atau ketetapan dan takdir dari Allah SWT dan meyakini tidak ada hari maupun bulan sial. Semua yang terjadi adalah kehendak-Nya.
Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا}
Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al-Hadid: 22).
Sebagai hamba yang beriman juga harus terus berbaik sangka kepada Allah SWT. Sebab, perbuatan baik yang paling ringan adalah tidak berburuk sangka kepada Allah.
Itulah ulasan bacaan doa awal Bulan Safar lengkap teks Arab, latin dan artinya bagi umat Islam.
Wallahu A'lam








