IHSG Pekan Ini Diprediksi Mixed Menguji 5.540, Investor Wait and See Arah The Fed dan Big Caps

IHSG Pekan Ini Diprediksi Mixed Menguji 5.540, Investor Wait and See Arah The Fed dan Big Caps

Ekonomi | sindonews | Senin, 26 Oktober 2026 - 08:36
share

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi (mixed) dengan peluang menguji rentang resistance 5.500 hingga 5.540 pada perdagangan pekan ini, 26-30 Oktober 2026. Laju indeks diperkirakan bakal ditopang oleh kombinasi rilis laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar (big caps) serta solidnya arus transaksi investor domestik.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menjelaskan, bahwa pelaku pasar global saat ini cenderung mengambil sikap memantau (wait and see) terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, serta perkembangan negosiasi geopolitik yang berimbas pada stabilitas harga energi dunia.

Baca Juga: IHSG Sepekan Menguat 4,90 Bikin Kapitalisasi Pasar BEI Naik ke Rp9.583 Triliun"Sementara itu dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3-2026) dari emiten-emiten big caps yang diharapkan dapat menopang kredibilitas pasar," ujar David dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).

David menambahkan, komitmen regulator dalam memperkuat tata kelola bursa dan transparansi kelayakan investasi (investability) memegang peranan krusial untuk menjaga kepercayaan investor asing, khususnya menjelang pengumuman indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI)."Selain itu, dinamika nilai tukar Rupiah dan respon kebijakan Bank Indonesia tetap dipantau ketat guna meredam dampak volatilitas eksternal. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan peluang menguji kisaran resistance 5.500–5.540 selama ditopang arus transaksi domestik yang solid,” katanya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Saham Paling Cuan hingga Terboncos Periode 19-23 Oktober 2026Pergerakan pekan ini diprediksi melanjutkan tren penguatan pada pekan sebelumnya, rentang 19-23 Oktober 2026, di mana IHSG ditutup menguat 4,90 ke posisi 5.439. Meski indeks melaju di zona hijau, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell/outflow) yang cukup signifikan mencapai Rp8 triliun di pasar reguler.

David mengungkapkan, penguatan IHSG sepanjang pekan lalu dipengaruhi oleh sejumlah dinamika moneter dan geopolitik global. Ketegangan moneter relatif terjaga usai penyesuaian suku bunga acuan oleh The Fed ke level 3,75-4,00 persen, yang diikuti langkah Bank Central Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BoJ).

Walau data tenaga kerja AS masih kokoh menopang penguatan greenback, pelaku pasar mulai mengantisipasi kestabilan imbal hasil (yield) obligasi US Treasury jangka panjang.

Dari sisi komoditas, risiko konflik di Timur Tengah serta gangguan pada East–West Pipeline milik Saudi Aramco sempat membayangi pasokan minyak. Namun dimulainya proses negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak mentah Brent dan WTI."Meski demikian, dimulainya negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak mentah Brent dan WTI sehingga meredakan tekanan inflasi global secara bertahap," ungkap David.

Sementara dari koridor domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 dinilai efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, yang ditopang oleh kecukupan cadangan devisa sebesar 146,5 miliar dolar AS.

Di saat yang sama, isu investability dan tata kelola bursa seperti keterbukaan informasi struktur kepemilikan, porsi free float aktif, serta efektivitas mekanisme perlindungan investor ritel tetap menjadi perhatian utama institusi global dalam menentukan bobot penimbangan portofolio.

Berikut rekomendasi IPOT untuk pekan ini:

1. Buy UNTR (Current Price: 25,300, Entry: 25,300, Target Price: 26,650 (5.34), Stop Loss: 24,500 (-3.16) dan Risk to Reward Ratio 1:1.7).2. Buy on Breakout BDMN (Current Price: 5,025, Entry: 5,100, Target Price: 5,600 (9.80), Stop Loss: 4,820 (-5.49) dan Risk to Reward Ratio 1:1.8).3. Buy PGEO (Current Price: 1,025, Entry: 1,025, Target Price: 1,100 (7.32), Stop Loss: 990 (-3.41) dan Risk to Reward Ratio 1:2.1).4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).

Topik Menarik