Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri Capai 9,16 Juta, Singapura Jadi Favorit
SINGAPURA - Perubahan perilaku wisatawan Indonesia dalam memilih destinasi luar negeri semakin terlihat sepanjang 2025–2026. Jika sebelumnya lebih mengandalkan panduan perjalanan konvensional, keputusan wisatawan nusantara untuk berlibur ke luar negeri kini lebih banyak dipengaruhi konten digital yang personal, autentik, dan bernuansa pengalaman emosional.
Tren tersebut mendorong platform gaya hidup dan media sosial berbasiskan komunitas, seperti Xiaohongshu, memperluas kolaborasi strategis dengan Singapore Tourism Board guna menangkap peluang pasar wisata Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Strategy Head, Commercial Cross-border, Xiaohongshu, Lai Sisi, mengatakan, "Konten yang dibuat kreator di media sosial kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai panduan perjalanan wisata, namun menjadi referensi gaya hidup dan sumber inspirasi berbasiskan pengalaman nyata."
Singapura: Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, arus kunjungan wisatawan nusantara ke luar negeri mencapai sekitar 9,16 juta perjalanan sepanjang 2025, meningkat 2,45 dari tahun sebelumnya. Singapura menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia dengan porsi sekitar 13,4 dari total perjalanan luar negeri masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Singapore Tourism Board mencatat kunjungan wisatawan Indonesia ke Singapura mencapai sekitar 2,4 juta orang pada 2025, menjadikan Indonesia salah satu pasar wisata terbesar bagi Singapura.
"Kami berupaya membuka konektivitas penerbangan baru dari Palembang dan Belitung, serta berkolaborasi memproduksi konten, seperti dengan rumah produksi ternama di Indonesia, MD Entertainment, melalui film 'Ahlan Singapore' yang segera tayang di Netflix," ujar Melissa Ow, Chief Executive, Singapore Tourism Board, di Tourism Industry Conference 2026.
Menurut Xiaohongshu, Singapura dinilai memiliki kombinasi daya tarik yang sesuai dengan preferensi wisatawan Asia, termasuk Indonesia. Selain akses yang dekat dan konektivitas penerbangan yang kuat, Singapura dinilai konsisten menghadirkan hiburan kelas dunia, agenda olahraga internasional, wisata kuliner, hingga layanan wellness premium.
Dalam kerja sama strategis tersebut, Xiaohongshu dan Singapore Tourism Board akan mengembangkan pendekatan pemasaran berbasiskan data perilaku pengguna untuk memahami pola perjalanan lintasgenerasi. Fokus utama diarahkan pada empat kelompok wisatawan, yakni keluarga muda, generasi urban yang mencari pengalaman emosional, wisatawan premium yang lebih berorientasi pada gaya hidup, serta wisatawan yang bepergian bersama orang tua atau anak.
Xiaohongshu dan Singapore Tourism Board menilai masih terdapat kesenjangan besar antara tingginya pencarian informasi wisata dengan ketersediaan konten yang relevan dan autentik, khususnya untuk kebutuhan keluarga muda dan wisatawan yang menggemari pengalaman personal.
Untuk menjawab peluang tersebut, Xiaohongshu memperkenalkan strategi pemasaran tiga tahap pada 2026. Tahap pertama difokuskan pada penguatan konten berbasiskan komunitas dan preferensi pengguna. Tahap kedua diarahkan untuk memperkuat positioning merek destinasi. Sementara, tahap ketiga menitikberatkan pada konversi konsumsi wisata melalui ekosistem digital yang terukur.
Xiaohongshu kini memiliki 520.000 kreator konten perjalanan wisata dengan lebih dari 1.000 pengikut. Kehadiran para kreator tersebut turut membentuk tren dan cara baru bagi wisatawan yang ingin merencanakan liburan, sekaligus menciptakan peluang bisnis baru bagi industri pariwisata.




