Serasa di Negeri Genghis Khan, Kampung Mongol di Tanjung Lesung Curi Perhatian
PANDEGLANG, iNews.id - Liburan ke pantai mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana kalau dalam satu perjalanan, Anda bisa menikmati suasana pesisir sekaligus merasakan pengalaman ala Mongolia lengkap dengan tenda tradisional, kostum kerajaan, hingga latihan memanah seperti prajurit di era Genghis Khan?
Pengalaman unik itu kini bisa ditemukan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Kawasan wisata yang selama ini identik dengan pantai dan olahraga air tersebut kini punya daya tarik baru bernama Mongolian Culture Center.
Begitu memasuki kawasan ini, suasananya langsung terasa berbeda. Patung besar Genghis Khan berdiri megah di dekat pintu masuk, sementara ornamen khas Mongolia menghiasi hampir seluruh area. Ambience yang dihadirkan membuat pengunjung serasa sedang berada di Asia Tengah, bukan di pesisir Banten.
Di tengah kawasan berdiri Ger, tenda tradisional Mongolia yang menjadi simbol kehidupan nomaden masyarakatnya. Bentuknya melingkar dengan lapisan kain putih di bagian luar. Namun saat masuk ke dalam, pengunjung akan disambut interior hangat bernuansa oranye dengan ukiran etnik khas Mongolia yang detail.
Tak hanya menjadi spot foto, Ger juga menyimpan berbagai kostum tradisional Mongolia. Mulai dari pakaian panglima perang, busana kerajaan, hingga singgasana ala kaisar Mongol bisa dicoba langsung oleh pengunjung.
Momen inilah yang paling sering diburu wisatawan. Banyak pengunjung rela antre demi berfoto menggunakan pakaian tradisional khas Mongolia.
"Ambience-nya benar-benar terasa seperti di Mongolia. Kami ingin pengunjung bisa merasakan pengalaman budaya yang autentik tanpa harus pergi jauh ke luar negeri," kata Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, D. Enkhtaivan dalam sesi 'Go Mongolia' di Jakarta Marketing Week 2026, belum lama ini.
Keseruan tak berhenti di sana. Setelah puas berfoto, wisatawan bisa mencoba aktivitas memanah di area terbuka kawasan Mongolian Culture Center. Aktivitas ini terinspirasi dari kemampuan memanah bangsa Mongol yang terkenal pada masa kejayaannya.
Dengan busur di tangan, pengunjung diajak merasakan sensasi menjadi prajurit Mongol. Aktivitas sederhana ini justru menjadi salah satu favorit karena memberikan pengalaman interaktif yang jarang ditemui di destinasi wisata lain.
Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk sekaligus Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, kehadiran kawasan ini memang dibuat agar masyarakat Indonesia bisa mengenal budaya Mongolia dengan cara yang menyenangkan.
"Kami berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung, menikmati suasananya, dan merasakan langsung bagaimana uniknya kehidupan budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri," ujar dia.
Menariknya lagi, perjalanan menuju Tanjung Lesung kini semakin praktis. Dengan beroperasinya Tol Serang–Panimbang Seksi I, waktu tempuh dari Jakarta hanya sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan darat.
"Kalau nanti Tol Serang–Panimbang Seksi 2 dan 3 selesai, perjalanan bisa lebih singkat lagi, sekitar dua jam saja," kata SD Darmono.
Tak hanya menikmati Kampung Mongol, wisatawan juga bisa mencoba berbagai aktivitas lain di Tanjung Lesung. Mulai dari jetski, banana boat, snorkeling, kayaking, ATV, hingga sepeda listrik untuk berkeliling kawasan.
Bagi yang ingin pengalaman lebih eksklusif, tersedia juga wisata udara menggunakan pesawat kecil untuk menikmati panorama Gunung Krakatau dan Anak Krakatau dari ketinggian.
Dengan kombinasi wisata budaya, pantai, dan aktivitas outdoor, Tanjung Lesung kini terasa seperti paket liburan lengkap untuk short escape akhir pekan.





