Liburan Panjang, Kota Tua Jadi Magnet Wisata Warga

Liburan Panjang, Kota Tua Jadi Magnet Wisata Warga

Travel | okezone | Jum'at, 15 Mei 2026 - 15:05
share

JAKARTA – Libur panjang dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus Kristus membuat kawasan Kota Tua Jakarta dipadati pengunjung. Sejak pagi hari, area wisata bersejarah ini sudah dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah yang datang untuk menikmati suasana liburan bersama keluarga maupun teman.

Menurut pantauan Okezone pada hari ini, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 13.30 hingga pukul 14.15, ribuan pengunjung terpantau terus berdatangan dari kantong-kantong parkir yang telah disediakan. Selain itu, para pengunjung yang datang dari arah Stasiun Jakarta Kota juga tak kalah banyak menuju Kota Tua.

1. Kunjungi Berbagai Museum

Para wisatawan yang datang memadati area pelataran Museum Fatahillah yang menjadi salah satu ikon dari Kota Tua. Para pengunjung tidak hanya didominasi oleh warga lokal Jakarta saja.

Banyak juga pelancong dari berbagai daerah di luar ibu kota yang memanfaatkan waktu libur di Kota Tua. Mereka ingin merasakan langsung nilai sejarah dari wisata tersebut.

Antusiasme pengunjung dalam berwisata juga terlihat dari mereka yang banyak menikmati berbagai hal unik di Kota Tua. Mulai dari berswafoto bersama para cosplayer yang mengenakan kostum Noni Belanda hingga tokoh pahlawan nasional.

2. Sepeda Ontel Masih Jadi Primadona

Selain itu, aktivitas ikonik bersepeda ontel warna-warni masih menjadi primadona bagi keluarga dan pasangan yang ingin berkeliling menikmati nuansa kolonial di kawasan ini. Bagi para pencinta fotografi, setiap sudut Kota Tua, mulai dari fasad gedung tua hingga landmark sejarah lainnya, menjadi latar belakang favorit untuk berburu foto estetis yang kerap diunggah ke media sosial.

Menariknya, tren kunjungan kali ini tidak hanya berfokus pada hiburan semata, namun juga pada aspek edukasi. Banyak orangtua yang memanfaatkan momentum libur panjang ini untuk mengajak anak-anak mereka mengunjungi berbagai museum yang tersebar di kawasan tersebut.

Salah satunya seperti Kiki, seorang wisatawan asal Karawang yang sengaja datang ke Jakarta demi memperkenalkan sejarah kepada buah hatinya.

"Sengaja ke sini mau ngajak anak-anak karena mereka sekalian libur panjang, terus juga belum pernah ke sini. Jadi sekalian ngenalin museum-museum juga buat mereka," kata Kiki, saat diwawancarai di Kota Tua, Jumat (15/5/2026).

 

Kiki menjelaskan bahwa akses transportasi umum yang mudah dan biaya yang terjangkau menjadi alasan utama memilih Kota Tua.

“Alasannya karena di sini museumnya terjangkau dan banyak pilihannya. Kalau bosan melihat museum, bisa di luar ruangan seperti naik sepeda atau main balon. Tadi dari Karawang naik KRL, dari Stasiun Kota tinggal jalan sedikit langsung sampai," tambah dia.

Meski belum sempat mencoba semua aktivitas karena keterbatasan waktu, Kiki mengaku sangat terkesan dengan inovasi digital yang ada di dalam museum.

“Tadi kami sudah ke Museum Keramik dan Museum Wayang. Pengalaman yang paling ikonik menurut saya ada di ruang immersive di Museum Wayang. Selain bisa menonton, kita juga bisa foto-foto karena ruangannya sangat interaktif," ungkap Kiki.

Di sisi lain, sejumlah wisatawan mancanegara atau bule tampak hilir mudik di antara kerumunan pengunjung lokal, ikut menikmati suasana sembari mengabadikan momen di depan gedung-gedung bersejarah.

Topik Menarik