Loading...
Loading…
Korban Tragedi Kanjuruhan Terbesar Kedua Dalam Sejarah Pertandingan Sepakbola Dunia

Korban Tragedi Kanjuruhan Terbesar Kedua Dalam Sejarah Pertandingan Sepakbola Dunia

Powered by BuddyKu
Travel | Republika | Minggu, 02 Oktober 2022 - 12:58

Sedikitnya 129 orang tewas dan 180 lainnya luka-luka setelah kekerasan dan desak-desakan meletus setelah pertandingan sepak bola liga Indonesia, kata polisi.

Suporter klub Jawa dan rival lama Arema dan Persebaya Surabaya bentrok setelah Arema dikalahkan 3-2 pada pertandingan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pendukung dari pihak yang kalah menyerbu lapangan dan pihak berwenang menembakkan gas air mata, yang menyebabkan kerumunan massa berdesak-desakan dan kasus mati lemas, kata Kapolres Jawa Timur, Nico Afinta.

Tiga puluh empat orang meninggal di stadion Kanjuruhan dan sisanya di rumah sakit, dan 180 luka-luka, katanya. Dua petugas polisi termasuk di antara yang tewas.

Banyak orang terhimpit dan tercekik ketika mereka berlari ke satu pintu keluar, kata Afinta.

"Mereka keluar ke satu titik di pintu keluar, lalu terjadi penumpukan - dalam proses akumulasi ada sesak napas, kekurangan oksigen."

Seorang juru bicara polisi kemudian menyebutkan jumlah korban tewas ini termasuk dalam salah satu bencana stadion olahraga paling mematikan di dunia. Seorang direktur rumah sakit mengatakan kepada TV lokal bahwa satu korban berusia lima tahun.

Menko Polkam Mahfud MD mengatakan, jumlah penonton melebihi kapasitas stadion Kanjuruhan.

Dia mengatakan dalam sebuah posting Instagram pada hari Minggu bahwa 42.000 tiket telah dikeluarkan untuk stadion yang memiliki kapasitas untuk menampung 38.000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, sebelumnya mengatakan, petugas masih mendata jumlah korban luka.

Polisi dan tentara di lapanan stadion Kanjurhan setelah gas air mata ditembakkan. Foto: Yudha Prabowo/AP

Korban meninggal karena kekacauan, kepadatan, terinjak-injak dan mati lemas, kata Wiyanto, menambahkan bahwa yang terluka dirujuk ke rumah sakit setempat yang berbeda.

Perkelahian kabarnya dimulai saat ribuan suporter Arema berhamburan ke lapangan. Pemain Persebaya langsung meninggalkannya namun beberapa pemain Arema yang masih berada di lapangan juga ikut diserang.

Laporan lokal mengatakan hingga 3.000 penonton telah turun ke lapangan, dari kerumunan 40.000. Polisi mengatakan 13 kendaraan rusak, termasuk 10 mobil polisi.

Gambar yang diambil dari dalam stadion selama penyerbuan menunjukkan sejumlah besar gas air mata dan orang-orang memanjat pagar. Orang-orang membawa penonton yang terluka melalui kekacauan.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang meneriakkan kata-kata kotor kepada polisi yang memegang perisai anti huru hara.

Kendaraan yang dibakar, termasuk truk polisi, berserakan di jalan-jalan di luar stadion pada Minggu pagi.


Kekerasan penggemar adalah masalah abadi di Indonesia, di mana persaingan yang mendalam sebelumnya telah berubah menjadi konfrontasi mematikan.

Di tengah persaingan lama antara Persebaya Surabaya dan Arema FC, suporter Persebaya Surabaya dilarang membeli tiket pertandingan karena khawatir akan terjadi kekerasan.

Mahfud MD mengatakan, penyelenggara mengabaikan rekomendasi pihak berwenang untuk menggelar pertandingan pada sore hari, bukan pada malam hari.

"Olahraga ini ... sering memancing pendukung untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba," katanya di Instagram.

Sebuah mobil yang dibakar di luar stadion Kanjuruhan setelah kerusuhan. Foto: Puti/AFP/Get Images

Liga Indonesia dihentikan sementara selama seminggu akibat kerusuhan tersebut.

Kami prihatin dan sangat menyayangkan kejadian ini, kata Akhmad Hadian Lukita, Presiden Direktur PT Liga Indonesia Baru. Kami turut berduka cita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Persatuan sepak bola Indonesia (PSSI) mengatakan akan menyelidiki apa yang terjadi.

"Kami mengumumkan keputusan [untuk menangguhkan liga] setelah kami menerima arahan dari ketua PSSI," kata Akhmad Hadian. "Kami melakukan ini untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI."

Bencana stadion lainnya termasuk tabrakan tahun 1989 di tribun di Stadion Hillsborough Inggris, yang menyebabkan kematian 97 penggemar Liverpool, dan tragedi stadion Port Said 2012 di Mesir di mana 74 orang tewas dalam bentrokan.

Pada tahun 1964, 320 orang tewas dan lebih dari 1.000 terluka saat terinjak-injak di kualifikasi Olimpiade Peru-Argentina di stadion nasional Lima.

Sumber: https://www.theguardian.com/world/2022/oct/02/indonesia-football-fans-killed-east-java-arema-malang

Original Source

Topik Menarik

{