Serangan Brutal Israel ke Gaza Tewaskan 8 Orang termasuk 5 Polisi
GAZA, iNews id - Serangan brutal pasukan Israel ke beberapa lokasi di Jalur Gaza, Minggu (1/11/2026), menewaskan delapan orang, termasuk seorang anak. Militer Zionis terus melancarkan serangan ke Gaza, lebih dari setahun sejak berlakunya gencatan senjata pada 10 Oktober 2025.
Sebagian besar korban tewas adalah polisi, yakni lima orang. Rangkaian serangan tersebut juga melukai banyak orang lainnya.
Sumber di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, mengatakan kepada Anadolu, lima warga Palestina tewas dalam serangan udara di Al Mawasi. Serangan menargetkan lokasi di dekat sekolah anak-anak, yang memicu kepanikan mereka.
Sementara itu Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza menyatakan, lima polisi gugur akibat serangan pasukan Israel ke lokasi tempat mereka bertugas di Al Mawasi.
Menurut kementerian, setidaknya 75 polisi gugur akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025.
Dalam serangan terpisah, sumber medis di Rumah Sakit Al Shifa, Kota Gaza, mengatakan tiga warga, termasuk seorang ayah dan putranya yang berusia 4 tahun, tewas dalam serangan udara Israel di Jalan Al Thawra.
Sumber tersebut menambahkan, enam warga lainnya, termasuk seorang istri dan anaknya, mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi.
Sumber lokal melaporkan, drone Israel menargetkan sekelompok warga sipil di Jalan Al Thawra.
Seorang anak perempuan berusia 2 tahun juga tertembak di bagian kepala oleh pasukan Israel di Khan Younis. Kondisinya dilaporkan cukup serius namun stabi.
Dalam serangan lain, beberapa warga Palestina luka akibat tembakan Israel di kamp Halaw, lokasi penampungan pengungsi di sebelah timur kamp pengungsi Jabalia.
Data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengungkap, pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut oleh Israel telah menewaskan 1.580 orang dan melukai 5.711 lainnya.
Secara total, serangan Israel ke Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 74.000 orang dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Perang juga telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut.









