Ribuan Orang Demo di Israel Desak Koalisi Yahudi-Arab Gulingkan Netanyahu

Ribuan Orang Demo di Israel Desak Koalisi Yahudi-Arab Gulingkan Netanyahu

Terkini | okezone | Minggu, 1 November 2026 - 22:34
share

TEL AVIV - Ribuan orang menggelar demonstrasi di Tel Aviv, Israel, pada Sabtu 31 Oktober 2026. Mereka mendesak kelompok oposisi menjalin kesepakatan dengan partai-partai Arab untuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dalam aksi tersebut, para demonstran mengatakan situasi saat ini mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk perubahan nyata. Mereka juga menyebut Netanyahu, yang merupakan perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel, sebagai "manipulator ulung".

Pemimpin oposisi utama, Gadi Eisenkot, sebelumnya menolak membentuk koalisi dengan partai-partai Arab Israel. Namun, hasil pemilihan pada Selasa menunjukkan kebuntuan politik sehingga dukungan dari partai-partai tersebut berpeluang membantunya membentuk pemerintahan.

"Masyarakat sangat menginginkan agar pemungutan suara untuk perubahan ini berhasil, dan mereka percaya bahwa… Gadi Eisenkot dan para pemimpin partai-partai Yahudi-Israel lainnya perlu mendengarkan suara mereka," kata koresponden Al Jazeera, Nour Odeh, dari Ramallah.

Di sisi lain, aksi tandingan juga digelar oleh para pendukung Netanyahu. Mereka meneriakkan penolakan terhadap pembentukan pemerintahan yang melibatkan partai-partai Arab.

"Israel seharusnya tidak memiliki pemerintahan dengan apa yang disebut teroris," demikian tuntutan para pendukung Netanyahu, menurut laporan Odeh.

Dalam pemilihan tersebut, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi, sedangkan blok Eisenkot meraih 48 kursi. Hasil itu membuat kedua kubu belum mampu membentuk pemerintahan secara mandiri di parlemen Israel yang memiliki 120 kursi.

Sementara itu, tiga partai yang dipimpin warga Arab di Israel berhasil memperoleh total 19 kursi. Perolehan tersebut meningkat signifikan dibandingkan pemilihan sebelumnya pada 2022.

Menurut Komite Pemilihan Pusat, hampir 840.000 orang memberikan suara untuk Ra'am dan Daftar Gabungan, koalisi tiga partai yang dipimpin warga Arab. Jumlah tersebut meningkat 64 persen dibandingkan pemilihan sebelumnya. Sehingga koalisi antara kelompok Eisenkot dan partai-partai Arab berpotensi menguasai 67 kursi di parlemen. Jumlah itu cukup untuk membentuk mayoritas. 

Namun, bagi sebagian kalangan di Israel, kerja sama politik dengan partai-partai Arab masih menjadi hal yang sulit diterima. Sementara Netanyahu menuduh partai-partai Palestina-Israel telah "mencuri" pemilu dan menerima dana dari Qatar untuk melakukannya. Kendati Qatar membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari kampanye disinformasi.

Odeh mengatakan, kelompok sayap kanan Israel menggambarkan partisipasi warga Palestina-Israel dalam pemilu sebagai bentuk "terorisme elektoral". Mereka bahkan menyamakannya dengan serangan 7 Oktober, ketika pejuang yang dipimpin Hamas menyerbu wilayah selatan Israel, menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera ratusan lainnya.

"Suara warga Palestina-Israel" turut menjadi sasaran serangan karena kelompok tersebut memiliki posisi penting dalam menentukan apakah Eisenkot dapat membentuk pemerintahan, tambah Odeh.

Topik Menarik