OPEC+ Sepakat Tak Tambah Produksi, Harga Minyak Dunia Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

OPEC+ Sepakat Tak Tambah Produksi, Harga Minyak Dunia Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Terkini | inews | Senin, 2 November 2026 - 04:15
share

WINA, iNews.id - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ sepakat mempertahankan target produksi minyak untuk Desember 2026. Keputusan itu diambil di tengah gangguan pasokan akibat perang Iran dan meningkatnya ketidakpastian pasar energi global.

Keputusan tersebut diumumkan setelah pertemuan daring tujuh anggota utama OPEC+ pada Minggu (1/11/2026). Ketujuh negara tersebut yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman.

Melansir CNBC, langkah ini mempertahankan target produksi Desember ini sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan produksi lebih lanjut hingga tahun depan.

Di sisi lain, sejumlah negara anggota di kawasan Teluk mulai meningkatkan ekspor minyak yang sebelumnya terganggu selama berbulan-bulan akibat perang Iran. Namun, sebagian besar produsen masih memompa minyak jauh di bawah target produksi masing-masing.

OPEC+ merupakan kelompok yang terdiri atas Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara sekutunya, termasuk Rusia.

Pada September lalu, OPEC+ menyelesaikan pembatalan bertahap pemangkasan produksi sebesar 1,65 juta barel per hari yang pertama kali disepakati pada 2023. Namun, gangguan akibat perang Iran membuat sejumlah produsen di kawasan Teluk belum mampu mencapai kuota produksi mereka.

Reuters sebelumnya melaporkan pada Juli bahwa OPEC+ kemungkinan tidak akan mengubah target produksi selama kuartal IV 2026. Kelompok tersebut diperkirakan lebih memusatkan perhatian pada pembahasan kuota produksi untuk 2027.

Saat ini, OPEC+ masih mempertahankan lapisan pemangkasan produksi lainnya sebesar sekitar 2 juta barel per hari yang mencakup sebagian besar anggotanya hingga akhir 2026.

Sebelum menetapkan kuota baru untuk 2027, kelompok tersebut perlu menyelesaikan peninjauan kapasitas produksi masing-masing anggota pada kuartal IV 2026.

Hasil peninjauan itu akan menjadi dasar penetapan acuan produksi atau baseline untuk 2027. Acuan tersebut nantinya menentukan kuota setiap negara sekaligus menjadi pertimbangan dalam rencana pengurangan pemangkasan produksi yang masih berlaku.

Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi sejak April

Sementara itu, harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat dan ditutup di level tertinggi sejak akhir April. Kenaikan tersebut terjadi ketika pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan eskalasi perang di Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember yang berakhir pada Jumat ditutup naik 2,76 dolar AS atau 2,4 persen menjadi 117,64 dolar AS per barel. Harga Brent bahkan sempat menyentuh 118 dolar AS per barel.

Sementara itu, kontrak Brent untuk pengiriman Januari yang lebih aktif diperdagangkan naik 2,63 dolar AS menjadi 113,43 dolar AS per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga menguat 2,12 dolar AS atau 2,08 persen menjadi 104,12 dolar AS per barel.

Topik Menarik