Trump: AS Masih Punya 1 atau 2 Target Lagi di Iran

Trump: AS Masih Punya 1 atau 2 Target Lagi di Iran

Terkini | inews | Senin, 2 November 2026 - 03:01
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer Iran. Meski demikian dia menyebut ada satu atau dua target lagi yang akan dihancurkan.

Menurut Trump, negosiasi untuk mengakhiri perang berjalan dengan baik, namun dia tak percaya bahwa Iran akan memenuhi komitmennya.

Trump menegaskan, AS tidak terburu-buru untuk melakukan serangan karena telah menghancurkan militer dan program nuklir Iran.

"Kita telah melumpuhkan nuklir mereka. Kita masih harus mengurus, saya bisa sampaikan satu atau dua lokasi, tapi kami bisa melakukannya dalam 10 menit," kata Trump, seperti dikutip dari AFP, Senin (2/11/2026).

"Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe, dan Anda harus menanganinya. Kita bisa melakukan itu semua dengan sangat cepat," ujarnya, merujuk pada kompleks bawah tanah Iran yang dicurigai AS digunakan untuk menjalankan program nuklir.

Iran berkali-kali membantah lokasi tersebut dijadikan menjalankan program nuklir.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan, Trump belum memutuskan mengenai serangan terbaru terhadap Iran. Sebaliknya, AS terbuka untuk menyelesaikan konflik dengan diplomatik.

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan AS dan Israel agar tidak melancarkan serangan terbaru.

"Setiap tingkat atau jenis ancaman harus dibalas dengan respons segera, punya dampak, dan tidak terbatas secara geografis," kata Mojtaba, kepada para komandan militer Iran.

Dia juga memerintahkan para komandan untuk memperbarui daftar target Iran, memasukkan semua jenis aset nyata dan tidak nyata milik AS dan Zionis.

Serangan AS bisa saja berlangsung setelah pemilu paruh waktu pada 3 November. Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengindikasikan serangan tersebut dengan mengatakan akan menjadi kesempatan bersejarah dan sekali seumur hidup, menggulingkan pemerintah Iran.

Pemilu di kedua negara tersebut bisa menentukan arah konflik, Israel menggelar pemilu parlemen pada 27 Oktober, namun tak ada pememang yang bisa membentuk pemerintahan baru.

Topik Menarik