Muncul Lubang Api Bawah Tanah di Karhutla, Begini Penjelasan BNPB
IDXChannel - Media sosial (medsos) diramaikan dengan tayangan video yang menampilkan kondisi bawah tanah terbakar sampai membuat lubang api di kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Petugas pun kesulitan memadamkan si jago merah.
Video itu diunggah akun Instagram @asrulputrananda. Dia seorang relawan yang saat itu bersama petugas lainnya sedang berupaya memadamkan api karhutla di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Inilah disebut kebakaran bawah tanah, bara api bawah tanah, lubang api, dan ini yang terjadi di kebakaran di tanah Kalimantan, saya berada di Palangkaraya Kalteng, menyaksikan perjuangan relawan rescue rumah zakat Kalbar memadamkan api, Senin 12 Oktober 2026 jam 22.00 WIB,” tulis keterangan dalam akun tersebut dilansir, Jumat (16/10/2026).
Dalam video itu, kobaran api menyala dari dalam lubang tanah. Petugas yang berada di lokasi, turut berjibaku di tengah panasnya api untuk menyemprotkan air langsung ke beberapa titik di tanah tersebut.
Influencer Malaysia Aisar Khaled Segera Diperiksa Polisi terkait Laporan Kasus Dugaan Penipuan
"Semua sudah berjuang, terima kasih BPBD, TNI, polri, Manggala Agni, kPH, damkar gabungan, relawan dan pihak yang terlibat, doakan Kalimantan tengah, pray for Kalimantan,” tulisnya.
Mengenai lubang api bawah tanah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa kondisi kebakaran itu bisa terjadi ketika api melahap lahan gambut.
“Fenomena lubang api bawah tanah pada kebakaran lahan gambut di Kalimantan merupakan bentuk ground fire atau api bawah permukaan. Lahan gambut tersusun atas tumpukan material organik tebal yang kaya akan gas metana,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Kondisi itu membuat area permukaan yang mungkin terlihat sudah padam, tetapi bara api (smoldering) akan terus merayap di bawah tanah. Saat lapisan organik di dalam tanah habis terbakar, barulah akan membuat lubang yang mengeluarkan asap serta pijar api
“Sifatnya yang tersembunyi dan minim radiasi panas tinggi di permukaan membuat api bawah tanah ini sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau hotspot biasa,” katanya.
Ketika kondisi seperti itu dihadapi petugas di lapangan, maka penanganan pemadaman dilakukan melalui pembasahan total (ground soaking) dengan teknik penyuntikan air (water injection) menembus kedalaman gambut menggunakan pipa bertekanan tinggi.
“Bila memungkinkan, langkah ini dikombinasikan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan TNI untuk memicu hujan buatan di titik-titik yang sulit dijangkau satgas darat,” kata Berton.
Selain itu, pengerjaan sumur bor serta penutupan sekat kanal terus dioptimalkan guna menjaga tinggi muka air tanah tetap basah. Termasuk membatasi akses masyarakat ke lokasi terdampak jadi penting, karena struktur tanah yang tersisa sangat rapuh dan rawan ambles, berisiko membuat warga terperosok ke dalam rongga bara panas.
(Nur Ichsan Yuniarto)










