RI-Timor Leste Teken BIT, Buka Peluang Kerja Sama Investasi Lebih Luas dan Menguntungkan

RI-Timor Leste Teken BIT, Buka Peluang Kerja Sama Investasi Lebih Luas dan Menguntungkan

Terkini | idxchannel | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 22:10
share

IDXChannel - Relasi bisnis dan investasi antara Indonesia dan Timor Leste tercapai dalam Bilateral Investment Treaty (BIT). Perjanjian yang diteken antara kedua belah pihak pada Kamis (15/10/2026) ini, menandai realisasi komitmen kedua negara yang diinisiasi dalam pertemuan bilateral sejak tiga tahun lalu.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, relasi bilateral ini membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan.

BIT digadang-gadang berpotensi mengerek kepercayaan investor, mendorong arus modal dan teknologi. Seturut itu, Rosan menilai perjanjian dengan Timor Leste bakal menciptakan peluang usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kedua negara.

"Kami meyakini banyak sekali potensi-potensi kerjasama yang bisa kita elaborasi yang bisa kita kerjakan bersama dan ini akan menjadi landasan untuk kita bisa terus secara kontinu bertemu, mendiskusikan, dan juga menyempurnakan baik dari segi policy, regulasi, percepatan atau pun akselerasi," ujar Rosan dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Aktivitas investasi antara Indonesia dan Timor Leste selama ini telah menunjukkan tren yang sangat positif. Saat ini, berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta asal Indonesia sangat aktif dalam menggarap proyek-proyek strategis di Timor Leste. 

Merujuk data pemerintah, setidaknya terdapat sekitar 120 perusahaan swasta Indonesia yang berinvestasi di Timor Leste, didukung oleh kehadiran BUMN dan entitas besar tanah air seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Pegadaian (Persero), PT Telkomsel, PT Pertamina International Timor, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Ditambah, hubungan ekonomi Indonesia dan Timor-Leste juga terealisasi dalam aktivitas perdagangan kedua negara. Tercatat, Indonesia menyuplai beragam komoditas, mulai dari kendaraan dan bagiannya, produk olahan tepung, serta lemak dan minyak hewani, dengan nilai dagang hingga USD150 juta.

Sementara itu, bagi Indonesia, Timor-Leste memasok sejumlah komoditas ke Indonesia, termasuk kopi, teh, rempah-rempah, serta mesin dan peralatan mekanik. Aktivitas perdagangan ini menjadi salah satu landasan untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas melalui implementasi BIT.

Kata Rosan, melalui BIT ini kedua negara mendorong pertukaran informasi investasi, peluang bisnis, dan keterlibatan sektor swasta yang lebih masif. 

Tak hanya itu, kedua belah negara membidik kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari industri hilir dan manufaktur, pembangunan infrastruktur, pengembangan energi terbarukan, logistik, real estat, hingga teknologi digital.

"Arahan Bapak Presiden adalah policy-nya bahwa kita harus menjadi always be a good neighboring country karena yang harus kita prioritaskan adalah negara-negara tetangga kita. Apapun yang terjadi dengan negara tetangga kita, tentunya akan punya dampak kepada Indonesia," ujar Rosan.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik