Bantu UMKM Masuk Ritel Modern, Kemendag dan HIPPINDO Siapkan 4.100 Barcode
IDXChannel—Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) memfasilitasi 4.100 barcode bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Fasilitas barcode tersebut membantu pelaku usaha menyiapkan produk agar dapat memasuki jaringan ritel modern. Jumlah barcode yang diberikan disesuaikan dengan produk atau varian yang didaftarkan masing-masing UMKM melalui proses kurasi bersama mitra pelaksana.
Fasilitasi ini menyasar UMKM binaan Kemendag di sektor pangan, minuman, kesehatan dan kecantikan, kerajinan, serta kebutuhan rumah tangga.
Iqbal mengatakan, barcode membantu UMKM mengidentifikasi dan mendata produk secara lebih terstruktur sesuai kebutuhan perdagangan modern. Dia pun meminta pelaku usaha memanfaatkan fasilitas gratis tersebut untuk mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran.
Influencer Malaysia Aisar Khaled Segera Diperiksa Polisi terkait Laporan Kasus Dugaan Penipuan
“Bagi UMKM yang memiliki keinginan untuk maju dan berkembang, serta ingin memasarkan produknya melalui berbagai saluran pemasaran, pergunakanlah fasilitas yang diberikan secara gratis ini,” kata Iqbal dalam keterangan resminya (16/10/2026).
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen HIPPINDO untuk mendukung penguatan UMKM di pasar domestik maupun ekspor.
Sebanyak 4.100 barcode itu diserahkan bertepatan dengan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dan Pangan Nusa 2026.
Salah satu UMKM penerima fasilitas tersebut adalah Peyek Nyai. Founder Peyek Nyai, Yessi Calissa, menilai standardisasi dan sertifikasi produk menjadi langkah penting untuk menembus jaringan ritel modern dan pasar global.
“Fasilitas barcode internasional yang kami terima sangat membantu Peyek Nyai dalam meningkatkan kesiapan produk dan profesionalisme untuk menembus pasar retail modern maupun global,” ujar Yessi.
Yessi berharap Kemendag dapat melanjutkan program serupa, termasuk memperluas akses ritel ke berbagai kota dan menyediakan pendampingan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
(Kidung Dhia)










