Kebakaran Hutan Meluas, Gubernur Kalteng: Lindungi Warga dari Dampak Asap!
KALTENG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi asap di sejumlah wilayah juga mulai mengganggu jarak pandang.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menginstruksikan pendistribusian air bersih secara masif ke seluruh kabupaten dan kota untuk meminimalkan dampak asap.
Pendistribusian ini menyasar daerah yang mengalami kekeringan sumber air dan wilayah terdampak kabut asap terparah. Truk tangki, tandon portable, dan armada BPBD dikerahkan untuk memastikan air bersih sampai ke rumah-rumah warga.
“Kami tidak bisa memadamkan asap dengan satu hari. Tapi kami bisa memastikan hari ini, ibu-ibu bisa memasak, anak-anak bisa mandi, dan keluarga bisa minum air bersih,” ujar Sabran, Sabtu (5/9/2026).
Sabran menegaskan, bahwa dalam situasi darurat, kebutuhan dasar adalah prioritas utama pemerintah. Asap tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga membuat sumur kering dan kualitas air menurun.
“Kalau ada warga yang kekurangan air di tengah asap seperti sekarang, itu tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ada yang merasa dibiarkan. Pemerintah harus hadir paling depan,” tegasnya.
Pihaknya menggandeng PDAM, perusahaan swasta, dan komunitas untuk menambah armada dan titik distribusi. Posko pengaduan dibuka agar warga bisa melaporkan jika wilayahnya belum terjangkau.
“Saya tahu kita semua lelah, terlebih mereka yang bertugas dalam upaya penanggulangan karhutla. Tapi percayalah, setiap tetes air yang kita distribusikan hari ini adalah bentuk cinta kita kepada sesama,”ujarnya.
“Kita jaga satu sama lain. Pesan saya, mari kita perkuat gotong royong. ASN turun, relawan turun, masyarakat saling bantu. Insya Allah, dengan kebersamaan kita akan lewati ini. Tuhan menjaga Kalteng,” pungkasnya.









