Wartawan Udin Bernas Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Nama Diabadikan di Aula PWI DIY

Wartawan Udin Bernas Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Nama Diabadikan di Aula PWI DIY

Terkini | inews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:39
share

YOGYAKARTA, iNews.id - Jejak perjuangan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin Bernas kembali dikenang setelah 30 tahun kepergiannya. Wartawan Harian Bernas yang dikenal berani menyuarakan kritik itu kini diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sebagai penghormatan atas perjuangannya bagi kebebasan pers.

Perjuangan wartawan kritis asal Yogyakarta itu kembali diangkat ke ruang publik. Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PWI DIY) bersama Tim Adhoc kini mendorong pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Udin merupakan wartawan Harian Bernas yang dikenal memiliki keberanian dalam menjalankan tugas jurnalistik. Namanya terus dikenang karena perjuangannya dalam menjaga nilai kebebasan pers.

Peringatan 30 tahun wafatnya Udin akan digelar Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta, Jumat (14/8/2026) mendatang.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang sosok Udin, tetapi juga menjadi bagian dari langkah panjang membawa kisah perjuangan wartawan tersebut kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Udin Bernas, Wartawan yang Dikenang karena Keberanian

Fuad Muhammad Syafruddin wafat pada 16 Agustus 1996, tiga hari setelah mengalami penganiayaan oleh dua orang misterius di depan rumahnya di Dusun Gelangan Samalo, Jalan Parangtritis KM 13, Kabupaten Bantul.

Kasus kematian Udin menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian besar dari kalangan pers dan aktivis. Hasil penyelidikan aparat kepolisian saat itu menuai pertanyaan dari berbagai pihak karena dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Bahkan, muncul dugaan adanya tersangka palsu yang disebut dikambinghitamkan.

Di sisi lain, kelompok aktivis dan wartawan Yogyakarta mengaitkan kematian Udin dengan pemberitaan kritis yang ditulisnya mengenai Bupati Bantul melalui Harian Bernas. Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan kebebasan pers di Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan, PWI DIY akan mengabadikan nama Fuad Muhammad Syafruddin pada aula kantor mereka. Aula PWI DIY nantinya akan resmi menggunakan nama Fuad Muhammad Syafruddin. Peresmian dilakukan Ketua PWI DIY Hudono.

Sebelum prosesi tersebut, Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo, akan menyampaikan laporan terkait pelaksanaan tugas tim dalam proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

“Peringatan 30 tahun wafatnya Udin bukan sekadar kegiatan mengenang. Ini menjadi momentum untuk melanjutkan ikhtiar agar perjuangan dan dedikasi Udin sebagai wartawan mendapatkan pengakuan yang lebih luas, termasuk melalui usulan sebagai Pahlawan Nasional,” ucapnya.

Rangkaian acara juga akan dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho serta Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno. Penghormatan terhadap Udin tidak hanya dilakukan melalui penamaan aula PWI DIY. Tim Adhoc juga akan memasang tetenger di makam Udin yang berada di Trirenggo, Bantul.

Rencana tersebut merupakan bagian dari hasil Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin yang digelar di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pada 23 Juni 2026.

Bagi insan pers, langkah tersebut bukan sekadar mengabadikan nama. Lebih dari itu, upaya tersebut menjadi cara menjaga ingatan mengenai profesi jurnalistik, keberanian, dan perjuangan seorang wartawan.

Perjalanan Menuju Pahlawan Nasional

Udin diketahui merupakan anggota PWI dengan nomor keanggotaan 13.00.3794.92.M.VI. Tim Adhoc Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional telah mengundang Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus dan anggota PWI DIY dalam rangkaian kegiatan peringatan 30 tahun wafatnya Udin.

Sejumlah pejabat serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan juga turut diundang. Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang agar perjuangan Udin mendapatkan pengakuan lebih luas.

Dari Yogyakarta, ikhtiar tersebut diarahkan agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat mempertimbangkan pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional.

Tiga dekade setelah kepergiannya, nama Udin kembali hadir bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pengingat mengenai keberanian seorang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Bagi generasi saat ini, nama Udin diharapkan tidak hanya dikenal melalui sebuah aula atau tetenger makam, tetapi juga melalui nilai perjuangan yang melekat pada sosok wartawan Bernas tersebut.

Topik Menarik