Keluarga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara soal Kematian Sutrimo, Ungkap Sakit Diabetes Bertahun-tahun
JAKARTA, iNews.id - Keluarga Febrie Adriansyah buka suara terkait meninggalnya Sutrimo sekaligus meminta publik tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut. Keluarga menyerahkan proses pemeriksaan kepada Polda dan meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari kepolisian.
Melalui tim advokatnya, Febri Diansyah mengatakan Febrie Adriansyah dan keluarga sangat berduka setelah mendapat kabar Sutrimo meninggal dunia. Menurut informasi keluarga, Sutrimo telah lama menderita diabetes.
“Kami mendapat pesan dari Pak FA dan keluarga bahwa keluarga diliputi kesedihan dan duka cita mendalam begitu mengetahui kabar meninggal dunianya Pak Trimo beberapa hari yang lalu. Info dari keluarga, alm sakit diabetes sejak lama”, kata Febri melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/10/2026).
Keluarga Febrie juga menghormati proses penyidikan yang dilakukan Polda. Mereka berharap pemeriksaan polisi dapat mengungkap fakta secara terang sehingga tidak muncul asumsi yang tidak berdasar.
“Pak FA dan keluarga menghormati penyidikan yang sedang dilakukan Polda. Keluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan,” sambung dia.
Sementara itu, Firman Wijaya yang juga menjadi tim kuasa hukum Febrie meluruskan informasi mengenai posisi Sutrimo. Dia mengatakan Sutrimo bukan kepala rumah tangga seperti informasi yang sempat beredar.
Menurut Firman, Sutrimo lebih banyak bertugas menjaga rumah kosong sekaligus tinggal di lokasi tersebut. Dia juga tidak selalu bekerja dengan Febrie karena beberapa kali pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain.
“Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana,” tegas Firman.
Firman menambahkan, keluarga Febrie meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan secara dini dengan perkara hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung. Menurut informasi yang diketahui keluarga, Sutrimo telah lama sakit dan menjalani pengobatan.
“Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun,” ujar Firman.
Keluarga Febrie kembali meminta publik menunggu hasil pemeriksaan kepolisian sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab maupun latar belakang meninggalnya Sutrimo.
Firman juga meminta proses hukum terhadap Febrie tetap dipisahkan dari peristiwa meninggalnya Sutrimo. Dia menegaskan hak praperadilan harus tetap dihormati dan tidak digunakan untuk mengaitkan dua perkara yang berbeda.
“Tim advokat juga mengajak semua pihak menghormati proses hukum termasuk praperadilan yg menjadi hak asasi semua warga negara dlm rangka menegakkan hukum yang berkeadilan. Tidak mencampuradukan peristiwa almarhum dengan proses hukum yang berjalan dan tidak menjadikan peristiwa ini sebagai alat untuk mendelegitimasi praperadilan yang akan segera berjalan”, tutup Firman.









