Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, KSSK Waspadai 2 Hal

Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, KSSK Waspadai 2 Hal

Ekonomi | sindonews | Selasa, 3 November 2026 - 20:42
share

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional berada dalam kondisi terjaga sepanjang kuartal III 2026. Meski demikian, pimpinan otoritas keuangan mengimbau kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi tekanan yang dipicu oleh konflik geopolitik global hingga gejolak di pasar saham domestik.

Baca Juga: Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat Kemenkeu dan KSSK, Minta Tuntaskan Target APBN 2026

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara sekaligus Ketua KSSK mengatakan, bahwa penilaian menyeluruh (asesmen) KSSK menunjukkan ketahanan yang kuat pada pilar fiskal, moneter, maupun sektor jasa keuangan sepanjang periode Juli hingga September 2026.

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III tetap terjaga baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antar otoritas,” kata Suahasil Nazara dalam konferensi pers hasil rapat KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Suahasil menekankan bahwa daya tahan ekonomi nasional didukung oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang konsisten serta fungsi intermediasi lembaga keuangan yang berjalan optimal.

"KSSK bertemu rapat berkala tiga bulan dan minggu lalu menyelenggarakan rapat keempat tahun 2026 untuk melaporkan dan mendiskusikan stabilitas sistem keuangan kuartal III-2026, untuk Juli sampai September," ujar Suahasil.

Baca Juga: Purbaya Pede Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh sampai 6 di 2026

Lebih lanjut, Suahasil mengungkapkan bahwa memasuki Oktober 2026, dinamika ketidakpastian pasar mengalami peningkatan cukup signifikan. Eskalasi konflik geopolitik internasional mendorong lonjakan harga komoditas energi global sekaligus memperketat ruang kebijakan moneter dunia.

Di ranah domestik, tekanan ekonomi diperberat oleh kondisi likuiditas yang cenderung mengetat serta volatilitas di pasar modal akibat respons pelaku pasar atas isu revaluasi status klasifikasi pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kombinasi sentimen global dan domestik tersebut pada akhirnya memicu peningkatan tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah serta derasnya arus modal keluar (outflow) dari pasar saham nasional. Meski demikian, KSSK meyakini solidnya fundamental ekonomi makro serta bauran kebijakan yang merespons secara adaptif tetap menjadi benteng utama pelindung stabilitas pasar keuangan.

Ke depan, KSSK berkomitmen memperkuat pengawasan berorientasi masa depan (forward looking) dan mempertajam koordinasi lintas otoritas guna memitigasi dampak dinamika eksternal terhadap stabilitas nasional. “Hari ini adalah kesimpulan yang berdasarkan rapat berkala KSSK tempat tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada minggu lalu hari Rabu 28 Oktober 2026,” tutup Suahasil.

Topik Menarik