KSSK Waspadai Tekanan Pasar Keuangan, Rupiah dan Saham Dibayangi Gejolak Global

KSSK Waspadai Tekanan Pasar Keuangan, Rupiah dan Saham Dibayangi Gejolak Global

Ekonomi | okezone | Selasa, 3 November 2026 - 18:08
share

JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga sepanjang kuartal III 2026. Namun, KSSK mengingatkan adanya peningkatan risiko tekanan pada Oktober 2026 akibat eskalasi konflik geopolitik global dan gejolak di pasar saham domestik.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK, Suahasil Nazara, mengatakan hasil asesmen KSSK menunjukkan ketahanan sektor fiskal, moneter, dan jasa keuangan tetap kuat selama periode Juli hingga September 2026.

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III tetap terjaga baik, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas,” kata Suahasil dalam konferensi pers hasil rapat KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurut Suahasil, ketahanan ekonomi nasional ditopang oleh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang konsisten serta fungsi intermediasi lembaga keuangan yang berjalan optimal.

Ia menjelaskan, KSSK menggelar rapat berkala pada pekan sebelumnya untuk mengevaluasi kondisi stabilitas sistem keuangan sepanjang kuartal III 2026, yang mencakup periode Juli hingga September.

"KSSK bertemu rapat berkala tiga bulan dan minggu lalu menyelenggarakan rapat keempat tahun 2026 untuk melaporkan dan mendiskusikan stabilitas sistem keuangan kuartal III-2026, untuk Juli sampai September," ujar Suahasil.

Memasuki Oktober 2026, ketidakpastian pasar keuangan meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik internasional. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga komoditas energi global sekaligus mempersempit ruang kebijakan moneter di berbagai negara.

Dari dalam negeri, tekanan juga muncul akibat kondisi likuiditas yang cenderung mengetat dan meningkatnya volatilitas pasar modal. Gejolak tersebut turut dipengaruhi respons pelaku pasar terhadap isu evaluasi klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kombinasi tekanan global dan domestik tersebut meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham Indonesia.

Meski demikian, KSSK menilai fundamental ekonomi makro yang solid dan bauran kebijakan yang adaptif masih menjadi penopang utama stabilitas sistem keuangan nasional.

Ke depan, KSSK akan memperkuat pengawasan berorientasi ke depan (forward looking) serta meningkatkan koordinasi antarlembaga untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak dinamika eksternal terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Suahasil menegaskan, kesimpulan tersebut merupakan hasil rapat berkala keempat KSSK pada 2026 yang digelar Rabu (28/10/2026).

"Hari ini adalah kesimpulan yang berdasarkan rapat berkala KSSK tempat tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada minggu lalu hari Rabu 28 Oktober 2026," tutup Suahasil.

Topik Menarik