Ekosistem AI Indonesia Disorot, Regulasi, hingga Infrastruktur Jadi Tantangan
Kesiapan Indonesia dalam mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi. Kejelasan regulasi, infrastruktur digital, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar pemanfaatan AI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Lintas Teknologi Solutions Day 2026 yang digelar PT Lintas Teknologi Indonesia di Royale Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, belum lama ini. Forum bertema "AI Is Ready. Are You Part of It?" itu mempertemukan perwakilan pemerintah, industri telekomunikasi, dan perusahaan teknologi untuk membahas pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
Baca juga: Komdigi: Indonesia Menuju Adopsi AI untuk Jawab Tantangan Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjadi pembicara utama dalam forum tersebut. Sejumlah pelaku industri telekomunikasi juga hadir untuk membahas kesiapan sektor digital dalam menghadapi perkembangan AI.
Nezar Patria menyoroti pentingnya infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung pemanfaatan AI. Pertukaran data, komputasi berbasis cloud, hingga pengembangan aplikasi AI membutuhkan jaringan yang andal.Karena itu, peningkatan kualitas dan keterjangkauan konektivitas serta perluasan jaringan broadband dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan Indonesia. “Kolaborasi pemerintah dan industri juga diperlukan agar pengembangan infrastruktur berjalan seiring dengan kebutuhan ekosistem digital,” ujar Nezar.
Selain infrastruktur, kepastian regulasi menjadi perhatian dalam pengembangan AI. Kerangka kebijakan yang jelas dan adaptif dibutuhkan untuk memberikan arah bagi industri dalam mengembangkan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kepentingan publik tanpa menghambat inovasi.
AI Perlu Berorientasi pada Kepentingan Manusia
Dari perspektif kebudayaan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengingatkan perkembangan AI merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang akan memengaruhi pola hidup, interaksi antarmanusia, hingga ekspresi budaya.Menurut dia, pemanfaatan AI perlu mengedepankan pendekatan human-centered AI yakni menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan dan penggunaan teknologi.
AI juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan sektor kebudayaan Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital dapat membantu memperluas akses terhadap kekayaan budaya nasional, mengembangkan konten budaya, serta mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi budaya.
Panji Tribrata Diserahkan ke Kapolri Baru, Polri Ungkap Makna Tradisi Pergantian Kepemimpinan
Pandangan tersebut menempatkan pengembangan AI tidak hanya sebagai persoalan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana inovasi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan budaya.
Industri Telekomunikasi Berperan dalam Adopsi AI
Dari sisi industri, penerapan AI membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan perangkat dan platform teknologi. Kualitas data, kompetensi sumber daya manusia, serta pemilihan kasus penggunaan atau use case yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pelanggan turut menentukan keberhasilan implementasinya.President Director PT Lintas Teknologi Indonesia Muhamad Paisol mengatakan, perusahaan berupaya menghubungkan berbagai kapabilitas teknologi dengan kebutuhan industri agar penerapan AI dapat menghasilkan manfaat nyata."Teknologi harus lebih dari sekadar inovasi; teknologi perlu diintegrasikan menjadi solusi yang relevan, dapat diterapkan, dan menghasilkan dampak nyata bagi pelanggan maupun masyarakat," ujar Paisol.
Kerja Sama untuk Infrastruktur dan Talenta AI
Dalam kegiatan yang sama, Lintas Teknologi Indonesia menandatangani dua kerja sama strategis dengan Ambit Geospatial Solution dan VoteeAI.Kolaborasi dengan Ambit Geospatial Solution mencakup penjajakan peluang pengembangan infrastruktur AI yang aman, penerapan geospatial AI (GeoAI) untuk perencanaan kota pintar atau smart city, serta pengembangan talenta digital lokal.
Sementara itu, kerja sama dengan VoteeAI diarahkan untuk mendukung pengembangan talenta dan ekosistem inovasi AI di Indonesia. Ruang lingkupnya mencakup edukasi komunitas, demonstrasi produk, penguatan kapabilitas internal, serta penjajakan penerapan AI di sektor telekomunikasi.
Kedua kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan pengembangan solusi dan kompetensi AI.










