BNPB Bersih-bersih usai OTT KPK, Kristomei: Evaluasi Tata Kelola hingga Penggunaan Anggaran
KepalaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan institusinya akan melakukan pembenahan internal menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan BNPB.
Agenda bersih-bersih BNPB akan menyasar evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pengadaan, penggunaan anggaran, hingga pemeriksaan pertanggungjawaban. Langkah tersebut juga mencakup penertiban mekanisme kerja untuk memastikan sistem di lingkungan BNPB berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Baca juga: Terjaring OTT, Sestama BNPB Rustian Bungkam saat Tinggalkan Gedung KPK
"Penertiban mekanisme kerja juga diterapkan agar sistem di dalam BNPB menjadi lebih transparan dan akuntabel," ujar Kristomei, Jumat (30/10/2026).
Selain itu, BNPB akan melaksanakan program konsolidasi internal selama 100 hari yang berfokus pada tiga agenda utama yakni Bersih, Siaga, dan Terhubung. Upaya pembenahan turut diwujudkan melalui penguatan pengawasan internal oleh Inspektorat Utama BNPB."Seluruh perbaikan ini dilakukan untuk memulihkan kepercayaan publik dan negara terhadap lembaga BNPB," ucapnya.
Meski tengah melakukan pembenahan internal, Kristomei memastikan penanganan bencana dan pelayanan masyarakat tetap berjalan tanpa terdampak.
BNPB juga berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran penanggulangan bencana digunakan untuk kepentingan masyarakat luas serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"BNPB menegaskan bahwa penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat terdampak harus tetap berjalan," ucapnya.









