Dukung Swasembada Pangan, Kementan dan Pemkab Sukabumi Perkuat Optimalisasi Pertanian Modern

Dukung Swasembada Pangan, Kementan dan Pemkab Sukabumi Perkuat Optimalisasi Pertanian Modern

Nasional | sindonews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 21:37
share

Kementerian Pertanian bersama Pemkab Sukabumi terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Upaya tersebut diwujudkan melalui Launching Sekolah Lapang Penerapan Tanam Padi PM-AAS dalam Program Swasembada Pangan Berkelanjutan di lahan Kelompok Tani Subur Rejeki, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Sekolah Lapang PM-AAS menjadi sarana peningkatan kapasitas petani melalui pembelajaran teori dan praktik langsung, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga evaluasi hasil penerapan teknologi. Kegiatan ini sekaligus melanjutkan optimalisasi PM-AAS yang sebelumnya telah dilaksanakan di dua kecamatan, yaitu Palabuhanratu dan Waluran.

Baca juga: DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan

Pada 15 Oktober 2026, demplot seluas 2.800 m² di lokasi tersebut telah melaksanakan panen perdana dengan hasil ubinan tertinggi setara 11,2 ton per hektare. Capaian itu menjadi indikasi awal potensi penerapan PM-AAS yang perlu terus dievaluasi, terutama terkait pengelolaan benih, teknik tanam, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta kesesuaian teknologi dengan kondisi agroekosistem setempat.

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menyampaikan bahwa PM-AAS sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui strategi Sangkuriang (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan).“Kemudian pengembangan kawasan pertanian, membangun agroindustri serta perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” ujar Andreas dikutip Jumat (30/10/2026).

Salah satu tantangan yang dihadapi wilayahnya adalah alih fungsi lahan. Pada 2025, sekitar 350 hektare lahan sawah di Kabupaten Sukabumi telah beralih menjadi penggunaan nonpertanian. Kondisi ini menuntut peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi serta pengelolaan usaha tani yang lebih efektif

“Di sini pentingnya pendampingan terencana oleh Dinas Pertanian dan penyuluh sejak persiapan lahan hingga pascapanen, serta partisipasi aktif kelompok tani dalam menerapkan dan mengevaluasi teknologi,” kata Andreas.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menambahkan target penerapan PM-AAS yang semula 5.981 hektare telah disesuaikan menjadi 10.583 hektare atau meningkat 4.602 hektare. Hingga 29 Oktober 2026, realisasi penerapan sejak Juni mencapai 234,94 hektare.

“Capaian ini masih memerlukan percepatan dan dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan program dapat mendekati target yang ditetapkan,” kata Aep.Sekolah Lapang PM-AAS direncanakan menjangkau 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi secara bertahap maupun serentak sesuai kesiapan wilayah. Kecamatan Cisaat menjadi salah satu lokasi potensial karena memiliki Lahan Sawah Baku (LBS) seluas 703,85 hektare yang seluruhnya merupakan lahan beririgasi teknis.

Nani Suwarni yang mewakili Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Sukabumi dari Pusat PVTPP Kementerian Pertanian menuturkan realisasi target LTT Kabupaten Sukabumi tahun 2026 baru mencapai 58. Dengan waktu tersisa sekitar dua bulan hingga akhir tahun diperlukan percepatan dan sinergi seluruh pihak agar target tersebut dapat tercapai.

Dia berharap penerapan PM-AAS dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan realisasi luas tambah tanam sekaligus produksi padi di Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani perlu terus diperkuat.

Topik Menarik