Kopi Khop Meulaboh Cetak Rekor MURI, Pemkab Bidik Pasar Wisata
Kegiatan minum kopi khop bersama di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Minggu (11/10/2026) mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori minum kopi khop dengan peserta terbanyak di Indonesia. Sebanyak 2.026 warga mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-438 Kota Meulaboh. Jumlah peserta dipilih menyesuaikan tahun 2026, sementara formasi kegiatan turut merepresentasikan usia kota tersebut.
Baca juga: Minum Kopi Setiap Hari Baik untuk Liver? Dosen IPB Ungkap Batas Aman Konsumsinya
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan, jumlah sajian kopi yang disiapkan melebihi jumlah peserta karena sejumlah warga meminum kopi lebih dari satu kali. “Hari ini kita sesuaikan dengan tahun, yaitu 2.026 orang yang minum kopi, dengan jumlah sajian yang disediakan lebih karena ada peserta yang minum dua bahkan tiga kali,” kata Tarmizi.
Mengenal Kopi Khop, Kopi Khas Meulaboh
Kopi khop merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Aceh Barat yang memiliki cara penyajian berbeda dari kopi pada umumnya. Minuman ini disajikan dalam gelas yang diletakkan terbalik di atas piring kecil.Cara meminumnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Kopi dinikmati dengan menyeruput cairan yang keluar melalui celah antara bibir gelas dan piring, biasanya menggunakan sedotan. Penyajian tersebut membuat kopi khop memiliki ciri khas yang mudah dikenali.Baca juga: 5 Negara Penghasil Kopi Terbaik di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Untuk membaca berita lebih mudah, nyaman, dan tanpa banyak iklan, silahkan download aplikasi SINDOnews.- Android: https://sin.do/u/android- iOS: https://sin.do/u/ios
Keunikan itu menjadikan kopi khop bukan sekadar minuman, tetapi juga bagian dari identitas kuliner masyarakat Meulaboh. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pun berupaya memperkenalkan kopi khop lebih luas agar dikenal wisatawan dari berbagai daerah.
“Kopi khop itu ikonik dan khas Aceh Barat, seperti pempek yang dikenal sebagai kuliner khas Palembang,” ujar Tarmizi.Ia mengatakan, pencatatan rekor MURI bukan menjadi satu-satunya tujuan kegiatan tersebut. Pemerintah daerah ingin menjadikan momentum itu sebagai sarana promosi kopi khop kepada masyarakat Indonesia hingga mancanegara.
“Kita bukan hanya sekadar ingin mendapatkan rekor MURI, tetapi yang jauh lebih penting adalah memperkenalkan kopi khop kepada Indonesia dan dunia, sehingga orang penasaran ingin datang ke Aceh Barat,” katanya.
Menurut Tarmizi, meningkatnya popularitas kopi khop diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha warung kopi.
“Dengan begitu, perputaran uang akan bertambah dan ekonomi masyarakat meningkat karena umumnya warung kopi di Aceh Barat menyediakan kopi khop,” ujarnya.
Kopi Khop Sudah Mengantongi HKI
Tarmizi mengatakan, kopi khop telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mewacanakan pembangunan Tugu Kopi Khop sebagai penanda kuliner khas daerah tersebut.“Alhamdulillah, kopi khop sudah mendapatkan HAKI, dan sekarang kita juga sedang mewacanakan pembangunan Tugu Kopi Khop Aceh Barat dengan terlebih dahulu melihat lokasi yang strategis,” kata Tarmizi.Meski mendorong promosi kopi khop, Tarmizi mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi kopi secara berlebihan.
MURI Nilai Kopi Khop Berpotensi Mendunia
Direktur Operasional MURI Awan Rahargo mengatakan, kegiatan yang melibatkan 2.026 peserta tersebut memenuhi kategori rekor minum kopi khop dengan peserta terbanyak di Indonesia.“Hari ini menjadi suatu hal yang luar biasa bagi kami, karena mendapat kehormatan dan kesempatan hadir untuk menyaksikan perhelatan akbar seni tradisi budaya dalam kategori kulinari di Kota Meulaboh,” ujar Awan.
Ia menilai kopi khop memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata kuliner sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.
“Kopi khop merupakan salah satu daya tarik wisata kulinari sekaligus ikon kuliner Kota Meulaboh yang diharapkan ke depannya menjadi gerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Awan menambahkan, kopi khop yang telah memperoleh sertifikat HKI dapat menjadi identitas kuliner yang memperkuat daya tarik Meulaboh bagi wisatawan.“Kopi khop ini sudah memperoleh sertifikat HAKI dan menjadi ikon serta identitas Kota Meulaboh; kalau berkunjung ke Meulaboh, rasanya belum sah kalau belum minum kopi khop,” ujarnya.
Menurut Awan, kopi khop juga berpeluang mencatatkan prestasi di tingkat internasional. “Kami meyakini ini seharusnya bukan hanya rekor Indonesia atau nasional, tetapi juga berpotensi menjadi rekor dunia,” katanya.
Penghargaan MURI atas kegiatan minum kopi khop bersama tersebut diserahkan pada Minggu malam (11/10/2026), dalam rangkaian acara penutupan peringatan hari jadi ke-438 Kota Meulaboh.










