Trump Matikan Kamera saat G7 Sepakati Pelepasan 100 Juta Barel Minyak
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mematikan kamera saat para pemimpin negara anggota G7 menggelar pertemuan melalui video dan menyepakati pelepasan 100 juta barel minyak untuk meredam kenaikan harga energi. Kesepakatan tersebut mencakup pelepasan cadangan minyak melalui Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) selama empat bulan dan dimulai segera.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol membagikan tangkapan layar pertemuan tersebut melalui media sosial yang memperlihatkan hampir seluruh peserta menyalakan kamera, sementara layar Trump hanya menampilkan namanya. Dikutip dari India Today, kondisi itu memicu berbagai candaan di media sosial mengenai kemungkinan Trump tertidur, meski tidak ada bukti bahwa ia tertidur atau bahwa kameranya mati sepanjang pertemuan.
Baca Juga:Harga Solar Naik Gila-gilaan, G7 Sepakat Lepas Cadangan Minyak 100 Juta Barel
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Associated Press bahwa Trump mengikuti pertemuan tersebut untuk bernegosiasi mengenai pelepasan persediaan diesel Eropa. Gedung Putih tidak memberikan keterangan bahwa Trump melewatkan pertemuan tersebut.
Pertemuan yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron itu menghasilkan kesepakatan G7 untuk melepaskan 100 juta barel minyak melalui IEA selama empat bulan. Para pemimpin G7 juga sepakat untuk memprioritaskan pelepasan stok diesel dalam jumlah besar selama 20 hari pertama guna merespons tekanan harga bahan bakar mnyak.
Selain pelepasan cadangan, G7 berkomitmen tidak membatasi ekspor energi antarnegara anggota dan akan mengoordinasikan jadwal pemeliharaan kilang agar sejumlah fasilitas pengolahan tidak berhenti beroperasi secara bersamaan. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan bahan bakar dan mengurangi tekanan terhadap pasar energi global.Para pemimpin G7 dalam pernyataan bersama menyebut pasar minyak menghadapi volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Prancis mengaitkan kenaikan harga energi dengan situasi di Timur Tengah dan menyatakan negara-negara G7 akan terus bekerja untuk memulihkan kebebasan penuh pelayaran di Selat Hormuz.Baca Juga:Apa Itu Kaliningrad dan Mengapa Bisa Memantik Perang Nuklir Rusia vs NATO?
Prancis, yang memegang presidensi G7 tahun ini, sebelumnya mendorong negara-negara Eropa untuk meningkatkan pelepasan stok diesel setelah mendapat tekanan dari Washington. Kesatuan sikap G7 dinilai dapat memberikan sinyal kepada pasar bahwa negara-negara anggota berupaya meningkatkan pasokan dan menekan harga energi.
Trump sebelumnya mengatakan pelepasan stok diesel akan dilakukan segera. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya G7 merespons lonjakan harga bahan bakar sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.










