IJTI Serahkan Penghargaan 5 Tokoh Inspiratif Pendorong Keterbukaan Informasi di Simposium dan Apresiasi 2026

IJTI Serahkan Penghargaan 5 Tokoh Inspiratif Pendorong Keterbukaan Informasi di Simposium dan Apresiasi 2026

Nasional | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 13:36
share

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) memberikan penghargaan terhadap 5 tokoh pendorong keterbukaan informasi dalam agenda Simposium dan Apresiasi IJTI 2026. Kegiatan ini merupakan ajang bergengsi untuk mengkaji arah jurnalisme di tengah pusaran disrupsi sekaligus memberikan penghargaan tertinggi kepada tokoh-tokoh inspiratif di Tanah Air.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, lima tokoh yang mendapatkan penghargaan ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi, pelayanan publik, hingga ekosistem jurnalisme.

Baca juga: IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum

Lima penerima Apresiasi IJTI 2026 yakni Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal & Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan dan Literasi Digital; Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin sebagai Tokoh Penguatan Ekosistem Jurnalisme dan Keterbukaan Informasi.

Selanjutnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing sebagai Tokoh Pelayanan Publik dan Kemitraan Media; Bupati Malinau Wempi W Mawa sebagai Tokoh Penguatan Literasi Informasi dan Transformasi Digital; serta (alm) Ivan Haris Prikurnia sebagai Tokoh Lifetime Achievement."Apresiasi ini diberikan kepada mereka yang memiliki kontribusi besar terhadap dunia jurnalisme, khususnya bagi IJTI dan masyarakat. Para penerima penghargaan adalah mereka yang mampu memberikan informasi secara jelas, jernih, terbuka, dan relevan bagi publik melalui kontribusi dan kerja mereka di bidang masing-masing," ujar Herik.

Dia menekankan pentingnya peran sumber informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi saat ini. "Kita memahami bahwa saat ini kita berada di era keterbukaan ketika arus informasi berkembang sangat cepat dan luas. Karena itu, publik membutuhkan informasi akurat, relevan, dan dapat dipercaya dari sumber yang memiliki kompetensi dan otoritas," katanya.

Selain penyerahan penghargaan, acara Simposium yang mengusung tema "Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial" juga menghadirkan sesi diskusi. Empat narasumber berkompeten dari berbagai latar belakang berbeda yakni Anggota KPI Pusat Analisa, Senior IJTI/Akademisi Universitas Tarumanagara M Gafar Yoedtadi, Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan, dan Jurnalis Senior Wens Mangut.

Para narasumber menyoroti pentingnya menjaga integritas jurnalisme dan kolaborasi antarelemen bangsa dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat bagi masyarakat.

Herik berharap Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 ini menjadi momentum pengingat bahwa sinergi antara pers, pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat sangat krusial dalam merawat demokrasi dan kemajuan bangsa.

"Lebih dari itu, kami berharap apa yang telah dilakukan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut mendorong keterbukaan informasi di Indonesia," ucapnya.

Topik Menarik