Alat Musik Tradisional Minahasa Kolintang Siap Ramaikan Ajang UNESCO di Paris

Alat Musik Tradisional Minahasa Kolintang Siap Ramaikan Ajang UNESCO di Paris

Nasional | sindonews | Jum'at, 18 September 2026 - 17:36
share

Grup Kolintang Rhythm of Minahasa (RoM) akan tampil dalam agenda UNESCO di Paris, Perancis pada 27 September-3 Oktober 2026. Momen ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan alat musik kayu tradisional Minahasa yang dapat memainkan beragam genre dan nada dari berbagai belahan dunia.

"Ini suatu kebanggaan buat kami. Kehadiran kami bukan hanya sekadar mempertunjukkan musik, tapi bagian misi diplomasi budaya memperkenalkan keindahan Nusantara, warisan budaya kita," kata Perwakilan Rhythm of Minahasa Ferdinand Soputan, Jumat (18/9/2026).

Selama persiapan menuju Paris, RoM telah menyusun repertoar lagu yang dirancang untuk memperkenalkan identitas kolintang. Sekaligus, membangun kedekatan dengan penonton internasional.

Baca juga: Reog, Kolintang, dan Kebaya Terima Sertifikat UNESCO, Komunitas Berharap Penguatan Dukungan

Lagu-lagu daerah Nusantara yang berakar pada identitas budaya Minahasa dan Sulawesi Utara akan ditampilkan. Repertoar tersebut diharapkan dapat memperdengarkan karakter suara asli kolintang serta memperkenalkan akar tradisi alat musik itu.RoM juga menyiapkan satu karya klasik dunia dengan aransemen orkestrasi kompleks. Materi tersebut akan menjadi ruang bagi para pemain untuk menunjukkan keterampilan individu dan kemampuan kolintang dalam memainkan komposisi musik dengan tingkat kompleksitas tinggi.

"Kami (akan) memperlihatkan skill dan keterampilan bermain dari masing-masing individual, sehingga kolintang adalah instrumen berkelas dunia," tambah Ferdinan, yang juga Ketua Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (Ipkolindo) ini.

Lihat video: Bahasa Indonesia Menggema di Unesco, Apa Makna di Dunia Internasional?

RoM mempersiapkan pula lagu populer yang dikenal masyarakat lokal di Paris. Pemilihan lagu itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi budaya melalui musik yang telah akrab bagi audiens setempat. Menurut dia, lagu populer tersebut diharapkan dapat menjadi kejutan bagi penonton ketika dimainkan menggunakan alunan kolintang.

Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia, Penny Iriana Marsetio, mengatakan, perkembangan kolintang telah melampaui wilayah asalnya di Minahasa. Capaian itu terlihat dari keberadaan perwakilan organisasi pelatih kolintang di sejumlah daerah Indonesia.

Beberapa wilayah yang disebutkan antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Sumatra, Banten, Bali, dan Sulawesi Utara. "Artinya bahwa kolintang sudah bukan hanya milik orang Minahasa, tetapi menjadi milik Indonesia," kata Penny.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi pemain kolintang. Para personel yang akan tampil di Paris nantinya berasal dari generasi muda dan sebagian besar juga berperan sebagai pelatih yang tergabung dalam organisasi Ipkolindo.

Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya. Sekaligus, mendukung semangat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Topik Menarik