Komandan NATO Jatuh Cinta via Aplikasi Kencan, Kekasihnya Dicurigai Mata-Mata Rusia

Komandan NATO Jatuh Cinta via Aplikasi Kencan, Kekasihnya Dicurigai Mata-Mata Rusia

Global | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 16:03
share

Hubungan asmara seorang komandan NATO dengan perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi kencan Tinder memicu alarm keamanan di sebuah pangkalan militer Inggris. Sebab, menurut laporan The Telegraph, perempuan tersebut dicurigai sebagai mata-mata Rusia.

Komandan NATO tersebut, yang merupakan perwira senior Angkatan Laut Spanyol, menjalin hubungan asmara dengan Janina White, warga negara Inggris-Polandia yang lahir di Rusia ketika masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Hubungan keduanya kemudian memicu kecurigaan bahwa White merupakan agen Kremlin.

Baca Juga: Polandia: NATO Bisa Kalahkan Rusia dengan Cepat, Banyak Jet Tempur Siluman F-35

Saat itu, sang perwira Spanyol bertugas di Allied Maritime Command (Marcom), yang bermarkas di Northwood, Hertfordshire. Markas tersebut bertugas memantau kapal selam dan kapal perang Rusia yang beroperasi di perairan Inggris, sekaligus melacak kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan terkait dengan armada bayangan Rusia.

Perwira yang telah menikah dan memiliki dua anak itu telah berpisah dari istrinya ketika mulai menjalin hubungan dengan White pada akhir 2024. Namun, setelah pejabat keamanan Spanyol dan NATO mencurigai White, sang perwira diskors dari tugasnya.

Staf Northwood kemudian mencabut kartu aksesnya. Komandan pangkalan juga melarangnya memasuki kompleks tersebut selama aparat intelijen melakukan penyelidikan.

Pada musim panas 2025, perwira tersebut dikeluarkan dari pangkalan dan dipulangkan ke Spanyol.

White (49), yang tinggal di Romford, London timur, membantah tuduhan sebagai mata-mata Rusia. Dia mengaku menjadi korban diskriminasi karena memiliki latar belakang Rusia. Kini, dia tidak lagi menjalin hubungan asmara dengan perwira Angkatan Laut Spanyol tersebut.

White tidak pernah ditangkap dan tidak ada penyelidikan yang membuktikan bahwa dirinya merupakan agen asing.

“Saya tahu pasti bahwa saya bukan mata-mata Rusia. Setidaknya, terakhir kali saya memeriksanya, saya bukan mata-mata Rusia,” kata White kepada The Telegraph, Senin (14/9/2026).

White juga pernah berfoto di samping potongan gambar Presiden Rusia Vladimir Putin yang terbuat dari karton.

Namun, White mengeklaim bahwa bulan lalu seorang perwira intelijen Rusia mengajaknya minum kopi dan menginterogasinya ketika dia berada di St Petersburg untuk menjenguk ayahnya yang sedang sakit.

Menurut White, pria tersebut bernama Andrei dan mengaku berasal dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Dia menghabiskan sekitar dua jam menginterogasi White di sebuah kafe dekat stasiun metro. Pertanyaan yang diajukan antara lain berkaitan dengan penyelidikan keamanan serta hubungan White dengan mantan kekasihnya yang merupakan perwira NATO.

White menceritakan bahwa pria tersebut menanyakan apakah dia mengetahui pekerjaan mantan pasangannya.“Mereka bertanya apakah saya tahu sesuatu tentang pekerjaan mantan pasangan saya. Saya bilang tidak. Kami punya aturan di rumah bahwa dia tidak membicarakan pekerjaannya," ujarnya.

“Saya tahu dia menangani armada bayangan Rusia dan kapal selam. Tapi kami sama sekali tidak membicarakan detail pekerjaannya di rumah."

“Setengah dari pertanyaannya adalah tentang bagaimana saya bertemu dengan mantan pasangan saya, bagaimana gosip ini muncul, dan bagaimana perasaan saya terhadap semua itu," paparnya.

“Dia juga bertanya tentang saudara perempuan saya, ayah saya, dan suami saya. Dia bertanya bagaimana hubungan saya dengan mantan pasangan saya sekarang. Saya bilang kami sudah tidak berkomunikasi," lanjut White.

“Dia sangat ramah dan bahkan membawakan saya kopi,” imbuh White.

Tinggal Bersama dan Mulai Merencanakan Masa Depan

White mulai menjalin hubungan asmara dengan perwira Spanyol tersebut, yang tidak disebutkan namanya oleh The Telegraph, pada Oktober 2024.

Hubungan itu dimulai tak lama setelah White berpisah dari mantan suaminya, seorang tokoh politik lokal terkemuka yang pernah berkunjung ke Downing Street Nomor 10.

Dua minggu kemudian, White pindah ke apartemen dua kamar milik sang perwira di Ruislip, London barat.

“Kami membuka rekening bank bersama, mulai merencanakan liburan, dan memikirkan untuk memiliki anak,” katanya.

Kecurigaan terhadap hubungan tersebut muncul ketika White diundang menghadiri pesta Natal pada Desember 2024 dan datang bersama sang perwira Spanyol.

Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh The Telegraph, perwira tersebut mengundang White ke acara sosial di ruang pertemuan perwira senior Northwood pada 12 Desember 2024. Untuk itu, dia memperoleh kartu akses pengunjung yang didampingi petugas dan berlaku selama satu hari.

Namun, pada paruh pertama 2025, muncul “kekhawatiran keamanan di Marcom” terkait sang komandan dan hubungannya dengan White.

White diketahui merupakan penggemar olahraga menembak dan rutin mengunjungi lapangan tembak di Basildon, Essex.“Penyelidikan keamanan NATO dimulai, begitu pula penyelidikan keamanan Spanyol. Inggris tidak terlibat dalam proses tersebut. Penyelidikan itu kemudian berujung pada keputusan Spanyol untuk menangguhkan izin keamanan nasional [perwira tersebut],” demikian bunyi dokumen pengadilan.

Komandan Northwood diberi tahu mengenai penyelidikan itu pada 19 Juni 2025. Dia kemudian mencabut kartu akses sang perwira “sambil menunggu hasil penyelidikan keamanan”.

"Salah Satu Pangkalan NATO Paling Aman di Eropa"

White mengeklaim bahwa sehari setelah kartu aksesnya dicabut, dia ikut dalam perjalanan bersama sang perwira ke pusat komando operasi maritim dan markas kesiapan tinggi NATO di Oeiras, Portugal. Saat itu, sang perwira menghadiri sebuah acara pertahanan.

Akses ke markas tersebut diberikan kepada perwira Spanyol itu 10 hari setelah kartu aksesnya di Northwood dicabut, ketika dirinya masih menjalani penyelidikan keamanan.

White bersikeras bahwa kehadirannya di pangkalan tersebut tidak bermasalah dan dia tidak pernah diperbolehkan memasuki area yang diamankan.

Dia bahkan berpendapat bahwa izin untuk berada di pangkalan menunjukkan bahwa otoritas Portugal tidak menganggap dirinya sebagai ancaman keamanan.

“Kami masuk ke pangkalan. Ketika dia bisa mengakses semua komputer dan data yang sangat rahasia di suatu tempat, saya justru duduk di tepi kolam, minum kopi dan teh sambil bersantai,” ujarnya.

“Saya tidak pernah mendapat akses ke fasilitas yang sangat rahasia," lanjut White.

“Saya menghabiskan dua hari di salah satu pangkalan NATO yang mungkin paling aman di Eropa,” sambung dia. Dia mengaku justru merasa “bosan” selama berada di sana.

Pada 29 Juli 2025, penugasan perwira tersebut di Marcom “dihentikan oleh otoritas Spanyol”, menurut dokumen pengadilan.

Beberapa minggu kemudian, tepatnya pada 26 Agustus, perwira tersebut bersama White dan seorang lainnya yang tidak disebutkan namanya mencoba memasuki Northwood untuk “makan siang”, meski kartu aksesnya telah ditangguhkan.

“[Perwira Spanyol tersebut] mengaku kehilangan kartu aksesnya dan meminta kartu pengunjung untuk White dan orang ketiga tersebut. Pernyataan itu tidak benar,” kata dokumen pengadilan yang memuat rincian insiden tersebut.

“Sejalan dengan keputusan Komandan Pangkalan untuk menangguhkan akses, [perwira Angkatan Laut Spanyol tersebut] dan para tamunya ditolak masuk dan diminta meninggalkan area pangkalan. White menolak melakukannya.”White lahir di Rusia pada era Uni Soviet. Dia pindah ke Polandia ketika masih kecil sebelum kemudian pindah ke Inggris saat remaja.

Dia mengeklaim dirinya saat itu bertindak sebagai pengacara yang mewakili pasangannya dan keduanya datang untuk mengambil sejumlah barang milik sang perwira.

Petugas keamanan pangkalan tetap tidak mengizinkan mereka masuk. Polisi kemudian dipanggil ke lokasi. Namun, keduanya meninggalkan tempat tersebut tanpa ditangkap atau ditahan.

Perwira NATO Mengaku Diperlakukan seperti Orang Luar

Perwira Spanyol tersebut mengatakan tuduhan terhadap dirinya dan White memberikan dampak “luar biasa” terhadap keluarga dan kariernya setelah menjalani 35 tahun pengabdian yang sangat baik dan tanpa cela.

Dalam sebuah surat elektronik yang dikirim kepada Wakil Laksamana Mike Utley, komandan Angkatan Laut Inggris, dia mengeluhkan dirinya telah mengalami “proses isolasi sosial dan profesional yang dilakukan secara bertahap dan terencana”.

Dia mengeklaim mantan istrinya, dua anak mereka, serta White “secara bertahap dijauhkan dari berbagai interaksi sosial”.

“Anak-anak dalam komunitas Spanyol, meniru perilaku orang tua mereka, menolak menyapa, bermain, atau berinteraksi dengan anak-anak saya,” tulisnya.

“Apa yang seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan mendukung bagi keluarga militer berubah menjadi lingkungan yang penuh permusuhan dan perpecahan," lanjut surat elektronik tersebut.

“Dampak psikologis dari perlakuan kejam ini terhadap keluarga saya, baik dengan mantan pasangan maupun pasangan baru saya, sangat besar.”

Dia mengatakan rekan-rekannya mulai menjauhinya sebagai bagian dari “sikap dingin secara profesional”. Dia merasa tidak lagi diperlakukan sebagai rekan sejawat, melainkan sebagai orang luar yang tidak diinginkan.

White mengeklaim mantan pasangannya, yang telah kembali ke Spanyol dan tidak lagi aktif bertugas di Angkatan Laut, mencoba mengakhiri hidupnya pada September 2025.

“Dia merasa dikhianati oleh Angkatan Laut. Negara Spanyol seharusnya melindunginya. Saya memahami perasaannya. Saya merasa Inggris, negara saya sendiri, telah mengkhianati saya,” ujar White.

White kemudian mengajukan serangkaian pengaduan terkait tuduhan tersebut. Dia juga meminta peninjauan yudisial atas keputusan pejabat Northwood yang menyatakan dirinya sebagai “risiko keamanan”.Selain itu, dia menggugat Kementerian Pertahanan Inggris atas dugaan diskriminasi. White menilai tuduhan terhadap dirinya muncul semata-mata karena tempat kelahirannya.

"Inggris Memperlakukan Saya seperti Musuh"

“Sebagai seorang pengacara, saya bisa melihat ada cacat hukum yang sangat serius dalam seluruh persoalan ini,” kata White.

“Pertama, seluruh hak saya dicabut hanya karena saya lahir di negara yang salah."

“Seluruh mesin negara memperlakukan saya seperti musuh. Saya ingin tahu mengapa keputusan ini dibuat dan siapa yang membuatnya. Saya ingin keputusan tersebut dibatalkan. Saya ingin seluruh proses ini diperbaiki," paparnya.

Dia mengatakan tuduhan tersebut membuatnya merasa terisolasi dan sendirian. Rekan-rekan mantan kekasihnya beserta pasangan mereka disebut secara terbuka menjauhinya.

“Saya hidup dalam lingkungan yang penuh permusuhan sebagai ‘mata-mata Rusia’ ini,” katanya. “Saya seperti orang yang dikucilkan. Saya menyebut diri saya sebagai perempuan tak terlihat.”

“Saya tidak pernah mencoba mendapatkan akses ke Markas Besar Northwood secara ilegal,” imbuhnya.

White mengeklaim “rumor” mengenai spionase tersebut awalnya disebarkan oleh pasangan para perwira lain di pangkalan sebelum akhirnya diteruskan kepada petugas kontraintelijen NATO.

Juru bicara Kepolisian Hertfordshire mengonfirmasi bahwa petugas dipanggil terkait sebuah insiden di Northwood, tetapi tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Komandan Tim Pietrack, juru bicara Marcom, mengatakan: “Marcom tidak mengomentari persoalan yang berkaitan dengan personel. NATO tetap berkomitmen penuh untuk melindungi personel negara-negara sekutu, mengamankan informasi rahasia, serta menjaga kepercayaan dan keamanan yang menjadi landasan aliansi.”

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan: “Tidak tepat bagi kami untuk memberikan komentar mengenai persoalan yang sedang menjalani proses hukum.”

NATO telah dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut, namun belum merespons.

Topik Menarik