Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Tidak Beraktivitas Radius 3 Km

Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Tidak Beraktivitas Radius 3 Km

Nasional | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 09:26
share

Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada Jumat pekan lalu ada di artikel ini. Pada Senin (7/9/2026) ini, status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga).

Dikutip dari laman magma.esdm.go.id, visual Gunungapi Anak Krakatau tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. "Cuaca berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 25.7-26.4°C. Kelembaban 79-82," demikian laporan harian tersebut.

Dalam laporan harian tersebut, dicantumkan pula tentang aktivitas kegempaan. Tercatat 4 kali gempa hembusan, 17 kali gempa harmonik 34 kali gempa low frequency, 44 kali gempa hybrid/fase banyak, dan 1 kali gempa tremor menerus.

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulis laporan tersebut.

Baca Juga: 3 Langkah Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak KrakatauDiberitakan sebelumnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dipantau setelah mengalami episode erupsi menerus yang berlangsung selama sekitar 25 jam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa episode erupsi tersebut telah berakhir, tetapi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman instrumental, episode gempa erupsi menerus mulai tercatat sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

"Berdasarkan rekaman instrumental kami, episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB," ujar Siti Sumilah dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Setelah erupsi menerus tersebut berhenti, PVMBG mencatat satu kali erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Erupsi tersebut untuk sementara diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode erupsi menerus yang sebelumnya berlangsung.

Siti Sumilah menyampaikan bahwa meskipun episode erupsi menerus telah berakhir, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif. Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Pantai Banten dan Lampung untuk tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi. Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti arahan dari BPBD setempat dan memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api.

"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus kami evaluasi secara berkala. Selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan, status Level III (Siaga) dan seluruh rekomendasinya tetap berlaku," ujar Siti Sumilah.

Topik Menarik