Menkum: Terlalu Kecil Bangsa Ini kalau Setiap Kasus Harus Kita Diskusikan Berdarah-darah
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk melupakan kepentingan sesaat dan kebencian demi kepentingan bangsa. Hal itu disampaikan setelah Jalan Sehat KAHMI di Lapangan Pengayoman, Kementerian Hukum RI, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
"Pendirian HMI demi kepentingan bangsa dan mempertahankan Negara Kesatuan RI," kata Menkum saat menghadiri Diskusi Kebangsaan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), sesaat setelah Jalan Sehat KAHMI.
Dalam kesempatan itu Menkum juga mengajak KAHMI untuk membuat forum yang tidak hanyak membicarakan kasus per kasus. "Terlalu kecil bangsa ini kalau setiap kasus kita diskusikan sampai berdarah-darah," ujarnya.
Baca Juga: Menteri Hukum Tegaskan Lagu Indonesia Raya Tidak Dikenakan Royalti
Secara khusus Menkum juga meminta kepada masyarakat dan keluarga besar KAHMI dan juga media untuk menyampaikan kritik terhadap kementerian yang dipimpinnya. "Setiap hari Jumat saya menyediakan forum pengaduan publik, yang disiarkan secara live, tandanya pemerintahan terbuka dan terus berenah," katanya. Menurut Supratman, cara ini adalan cara mengubah birokrasi dan membuka diri sekaligus meminta partisipasi publik. Demi terciptanya tatanan birokraksi yang baik, Menkum mengajak masyarakat untuk membantu Presiden Prabowo Subianto mengawasi birokrasi. "Bapak Presiden menginginkan birokrasi yang transparan dan akutabel," ujarnya.
Selain dihadiri Menteri Hukum, Diskusi dan Jalan Sehat KAHMI juga diikuti oleh tokoh tokoh seperti Menko Hukum, HAM dan Imipas Yusril Ihza Mahendra, Hakim Konstitusi MK Arsul Sani, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, serta tokoh-tokoh lainnya.









