Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Sejarah sebelum 2029 Bikin Situasi Politik Mendidih

Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Sejarah sebelum 2029 Bikin Situasi Politik Mendidih

Nasional | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:11
share

Pernyataan Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi memaparkan analisis mengenai potensi terjadinya akselerasi atau "percepatan sejarah" dalam dinamika politik nasional sebelum tahun 2029 menyedot perhatian banyak pihak. Terlebih, pernyataan tersebut disampaikan langsung saat duduk di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Aktivis 98 Andrianto Andri menilai pernyataan Budi Arie tersebut membuat situasi politik makin mendidih. “Situasi politik makin mendidih saat eks menteri yang dipecat karena dugaan judol Budi Arie Setiadi terekam dalam video berdurasi 2 menit melontarkan pernyataan tendensius bakal terjadinya percepatan kepemimpinan nasional sebelum tahun 2029,” kata Andrianto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).

Andrianto yakin Budi Arie tidak asal bicara. “Sebagai relawan militan Jokowi tentu ini bukan asal bicara, apalagi ada Jokowi di sebelahnya. Sepertinya Budi Arie masih pede karna statusnya yang tidak jadi tersangka judol. Padahal semua ordalnya sudah masuk bui,” ujar Mantan Ketum Humanika dan Sekjend Prodem ini.

Andrianto Andri

Baca juga: Bicara di Samping Jokowi, Budi Arie: Pak, Kok Insting Saya Ini Lebih Cepat dari 2029

Dia melihat Budi Arie gelap mata dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto yang konsisten menghancurkan oligarki hitam yang selama 10 tahun era Jokowi menguras habis resource Indonesia. Dia mengungkapkan, dua menteri era pemerintahan sebelumnya, Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dan Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim sudah di bui.

“Budi Arie yang hartanya naik berlipat saat jadi Menkominfo, tentu tidak elok bila lontarkan seakan pemerintahan failed. Faktanya Presiden Prabowo on the track. Semua kerusakan 10 tahun tentu tidak mudah menyelesaikannya,” katanya.

Dia mengatakan, aparat hukum harus bertindak adanya dugaaan penghasutan di depan umum. “Bisa jadi dugaan publik selama ini ada Projo bermain untuk jatuhkan Prabowo sehingga Gibran naik. Karena kalau jalur normal tentu tidak mungkin terulang skandal Paman Usman,” ujarnya.

“Apalagi Gibran sepertinya tidak penuhi syarat lain di luar usia yakni tidak miliki ijazah SMA. Semoga aparat hukum segera tuntaskan perkara judol yang luar biasa massif era Jokowi dengan usut tuntas keterlibatan Budi Arie,” pungkasnya.

Topik Menarik