Perluas Gerakan Penghijauan, Nusa Jaya Penanaman Pohon di Sejumlah Wilayah
Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama terus memperluas gerakan penghijauan sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan dan mendorong keterlibatan masyarakat. Gerakan tersebut telah dilakukan di sejumlah wilayah, mulai dari Lamongan, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Jakarta Pusat.
Terbaru, Nusa Jaya Tumbuh Bersama melakukan penanaman pohon di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Penanaman dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Lahan Wisata Boekit Tinggi, Lahan Pesantren Nurus Shabah, serta lahan milik warga, yang berada di Dusun Billa Tompok, Desa Daramista. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat setempat, mulai dari pemerintah desa, pengelola wisata, yayasan pendidikan, hingga pemuda. Baca juga:Presiden Prabowo Tegaskan Korporasi Penyebab Karhutla Bakal Ditindak
Pendiri Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani, mengatakan penanaman pohon harus dipandang sebagai gerakan jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, perluasan lokasi penghijauan merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami ingin penanaman pohon menjadi gerakan bersama. Bukan sekadar menanam, tetapi bagaimana pohon yang ditanam hari ini dapat dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan dalam jangka panjang,” katanya, Sabtu (22/8/2026).
Muhlis mengatakan, Nusa Jaya Tumbuh Bersama menegaskan komitmennya untuk terus memperluas gerakan penghijauan ke berbagai daerah. Gerakan tersebut tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga mendorong perawatan pohon dan keterlibatan masyarakat agar penghijauan dapat memberikan manfaat berkelanjutan."Dengan semangat “menanam hari ini, menjaga kehidupan esok hari”, Nusa Jaya Tumbuh Bersama berharap gerakan penghijauan dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat, komunitas, pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga berbagai organisasi di berbagai daerah," jelas Muhlis.
Senada, Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh Syaiful Rahman, mengatakan gerakan penghijauan akan terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, penghijauan tidak hanya berdampak pada keindahan lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat ekologis seperti membantu menyerap karbon, menjaga kualitas udara, memperkuat daya dukung lingkungan, serta mengurangi risiko banjir dan longsor.
“Kami ingin gerakan ini tumbuh bersama masyarakat. Lamongan, Banyuwangi, dan Jakarta Pusat menjadi bagian dari perjalanan kami memperluas gerakan penghijauan. Sekarang kami juga mendorong keterlibatan masyarakat di Sumenep,” katanya.
Kepala Desa Daramista, Dodi Arista, menyambut baik kegiatan penanaman pohon tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam penghijauan dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan desa.
Dodi juga berharap kegiatan penghijauan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kelestarian lingkungan di Desa Daramista. “Kami tentu menyambut baik kegiatan ini. Penanaman pohon bukan hanya untuk hari ini, tetapi manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, kami berharap pohon yang sudah ditanam dapat dirawat bersama,” ujarnya. Baca juga: 10 Ayat Al Quran tentang Menjaga Lingkungan Hidup, Simak Ya!
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Nurus Shabah, K. Aswir. Aswir menilai kolaborasi antara yayasan, masyarakat dan berbagai elemen lokal menjadi langkah positif untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi kawasan pesantren dan sekitarnya.
“Kami sangat mendukung gerakan penghijauan ini. Lingkungan yang hijau tentu memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi,” tuturnya.










