Gempa Guncang NTT, Selly Gantina: Segera Penanganan ke Daerah Terdampak

Gempa Guncang NTT, Selly Gantina: Segera Penanganan ke Daerah Terdampak

Nasional | sindonews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:24
share

Pemerintah diminta bergerak cepat dalam mengatasi dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 SR yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Keselamatan manusia menjadi prioritas sembari membuka jalur untuk keperluan dan penyaluran logistik.

“Pemerintah melalui BNPB, Polri, hingga TNI harus segera melakukan penyisiran ke daerah yang terdampak. Lakukan upaya pembukaan jalur agar akses bantuan dan logistik bisa masuk,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP Selly Andriany Gantina.

Baca juga: Gempa NTT M7,7 Memicu Tsunami Mengulang Sejarah Gempa Flores 1992

Selain menyampaikan duka mendalam bagi mereka yang terdampak, termasuk 38 orang yang dilaporkan meninggal. Selly Gantina meminta langkah kemanusiaan segera dilakukan dengan menyisir lokasi terdampak, memeriksa puing reruntuhan dan mencari jika ada korban tambahan.

Di sisi lain, legislator Dapil Jabar VIII Cirebon-Indramayu itu juga mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat dan daerah, Kementerian/Lembaga, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Ia menilai melalui gerak cepat ini, maka evakuasi akan bisa maksimal termasuk menyampaikan informasi kepada warga yang masih trauma atau ketakutan.

Baca juga: Update Korban Gempa NTT M7,7: 2.000 Warga Mengungsi, 38 Orang Tewas

“Saya juga meminta agar pendataan korban dan masyarakat terdampak dilakukan dengan cepat, akurat, dan menyeluruh, bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan di pengungsian,” tambahnya.

Ia juga meminta bantuan logistik seperti makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, tenaga medis, serta kebutuhan anak-anak sekolah harus tersedia di awal. “Anak-anak jangan sampai kehilangan rasa aman dan kesempatan untuk belajar hanya karena mereka menjadi korban bencana. Begitu pula lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya harus mendapat perhatian khusus,” ucapnya.

Ia berharap dengan sikap gotong royong yang dilakukan semua pihak maka penanganan maksimal akan bisa dilakukan.

“Yang terpenting, jangan sampai ada masyarakat yang berada di tempat terpencil atau wilayah yang aksesnya terputus merasa ditinggalkan,” ucap Perempuan yang menjabat Bendahara Megawati Institut ini.

Selly juga mendorong Kementerian Sosial melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk memperkuat dukungan psikososial dan pendampingan masyarakat di wilayah terdampak, termasuk yang aksesnya terputus. Penanganan bencana, menurutnya, tidak cukup hanya dengan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga harus memastikan pemulihan mental masyarakat.

“KemenPPPA juga harus memastikan perempuan dan anak mendapat perlindungan khusus, termasuk trauma healing, pendampingan psikologis, serta ruang aman di pengungsian. Jangan sampai bencana menimbulkan trauma berkepanjangan maupun kerentanan baru terhadap kekerasan,” tegasnya.

Terakhir, Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Bamusi ini meminta BNPB mendata sembari memfokuskan evakuasi kepada para wisatawan di NTT, khususnya yang berada di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Topik Menarik