Gerak Cepat Tangani Gempa, Polda NTT Buka Akses hingga Evakuasi Korban

Gerak Cepat Tangani Gempa, Polda NTT Buka Akses hingga Evakuasi Korban

Nasional | sindonews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:56
share

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi, langsung direspons cepat Pemerintah Provinsi NTT bersama dan Forkopimda. Penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pendataan, pemetaan kerusakan, serta memastikan akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.

Gubernur NTT Melkianus Laka Lena mengatakan pemerintah langsung meminta seluruh daerah terdampak mengecek kondisi masyarakat dan melaporkan perkembangan secara terverifikasi.

Baca juga: Gempa NTT M7,7 Memicu Tsunami Mengulang Sejarah Gempa Flores 1992

“Yang pertama kami lakukan adalah memastikan kondisi masyarakat. Kami harus tahu korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan, dan akses yang terdampak. Karena itu, saya bersama Pak Kapolda dan Forkopimda akan langsung menuju Flores untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan bantuan segera diberikan. Kita urus dulu korban dan masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, menyiapkan pesawat khusus bagi Gubernur dan unsur Forkopimda menuju Flores. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat peninjauan sejumlah wilayah terdampak sekaligus memverifikasi laporan korban dan kerusakan yang terus berkembang.

Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan jajaran kepolisian akan hadir langsung membantu proses penanganan. “Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Personel kami bergerak untuk membantu evakuasi, mengamankan lokasi, mendukung pencarian korban, membuka akses, dan memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur agar penanganan di lapangan berjalan cepat,” katanya. Baca juga: Update Korban Gempa NTT M7,7: 2.000 Warga Mengungsi, 38 Orang Tewas

Untuk mempercepat penanganan, Polda NTT membentuk Command Crisis Center di Polres dan Polsek sebagai pusat koordinasi di lapangan. Polda NTT mengerahkan personel untuk mencari dan menyelamatkan korban, membantu warga, membuka akses bantuan, menjaga pengungsian, serta mencegah penjarahan. Perkembangan situasi juga terus diperbarui dan disampaikan melalui informasi resmi agar masyarakat mendapat informasi yang jelas dan Flores tetap aman.

Dalam proses penanganan tersebut, pemerintah mencatat sementara lima korban meninggal dunia, terdiri dari dua orang di Sikka dan tiga orang di Manggarai. Data tersebut masih diverifikasi karena laporan dari lapangan terus berkembang. Sebagian korban dilaporkan meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA.

“Selain evakuasi korban, pembukaan akses menjadi prioritas agar petugas dan bantuan dapat segera masuk ke wilayah terdampak,” katanya. Pemerintah meminta kontraktor yang memiliki alat berat membantu membuka jalan yang tertutup longsor maupun reruntuhan. Koordinasi juga dilakukan dengan PLN dan operator telekomunikasi untuk mendukung pemulihan listrik dan komunikasi. Seiring penanganan di lapangan, dukungan kebutuhan dasar mulai disiapkan untuk masyarakat terdampak.

Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan makanan dan beras, sementara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan. Dukungan helikopter turut diupayakan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya memastikan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi, sebanyak 100 paket bantuan juga disiapkan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka. Bantuan tersebut disalurkan melalui Polsek Alok untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah penanganan darurat, Polda NTT juga memperkuat pengendalian informasi untuk mencegah kepanikan. Perkembangan situasi akan disampaikan melalui press release resmi bersama Forkopimda setiap hari. Masyarakat diminta mengikuti informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan lembaga berwenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Seluruh langkah tersebut menunjukkan penanganan gempa Flores dilakukan secara terpadu, mulai dari evakuasi korban, pendataan, pembukaan akses, distribusi bantuan hingga pengamanan informasi. Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT dan seluruh unsur terkait terus bergerak memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan secepat mungkin. Di tengah bencana, satu hal yang dipastikan, masyarakat Flores tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ucapnya.

Topik Menarik