Gempa NTT M7,7 Memicu Tsunami Mengulang Sejarah Gempa Flores 1992

Gempa NTT M7,7 Memicu Tsunami Mengulang Sejarah Gempa Flores 1992

Nasional | sindonews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:46
share

Gempa bumi kekuatan magnitudo (M)7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memicu tsunami, pada Sabtu (15/8/2026), disebut mengulang sejarah gempa dahsyat yang pernah terjadi di wilayah Flores pada 1992.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan gempa yang terjadi saat ini memiliki karakteristik yang serupa dengan gempa Flores 1992.

Baca juga: Update Korban Gempa NTT M7,7: 2.000 Warga Mengungsi, 38 Orang Tewas

Terutama dari mekanisme sumber gempa yang berasal dari aktivitas Flores Back Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores.

Faisal mengatakan gempa Flores pada 1992 memiliki kekuatan M7,8 dengan kedalaman sekitar 28 kilometer. Gempa tersebut juga memicu tsunami. Sementara gempa yang terjadi pada Sabtu pagi memiliki kedalaman 15 kilometer, sehingga lebih dangkal dibandingkan gempa pada 1992.

“Ini adalah sejarah gempa di daerah Flores, kita dapat melihat akibat dari sesar belakang tadi. Ini ada di tahun 1992 dengan 7,8 magnitudo tapi kedalamannya ini sekitar 28 km. Jadi yang terjadi sekarang 15 km ini lebih dangkal dari gempa di tahun 92 dan juga pada saat itu terjadi tsunami ya,” kata Faisal saat Konferensi Pers, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Penyebab Gempa M7,7 NTT, BMKG: Aktivitas Sesar Back Arc Flores

Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto juga mengatakan gempa M7,7 yang terjadi lebih dari tiga dekade setelah gempa 1992 menunjukkan aktivitas sesar naik busur belakang Flores kembali memicu gempa besar.

“Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi,” ujar Wijayanto.Wijayanto menjelaskan gempa yang terjadi pada Sabtu pagi murni disebabkan aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Sesar aktif tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan yang sangat besar. “Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8–7,9. Hari ini sudah rilis 7,7,” kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, karakteristik sesar naik busur belakang Flores perlu menjadi perhatian karena kawasan tersebut memiliki sejarah gempa besar dan tsunami. BMKG hingga kini terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah NTT, termasuk gempa-gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama M7,7.

Sementara, BMKG mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa bumi susulan pascagempa M7,7 hingga pukul 14.00 WIB. Gempa susulan memiliki kekuatan mulai dari kekuatan M2,5 hingga M6,2.

Topik Menarik